<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anomali.net &#187; wordpress</title>
	<atom:link href="http://anomali.net/tag/wordpress/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anomali.net</link>
	<description>Be Different, Be Anomali.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Mar 2010 00:24:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>WordPress 2.7 is Officially Released</title>
		<link>http://anomali.net/2008/12/11/wordpress-27-is-officially-released/</link>
		<comments>http://anomali.net/2008/12/11/wordpress-27-is-officially-released/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 13:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilamona</dc:creator>
				<category><![CDATA[WP]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress 2.7]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anomali.net/?p=1151</guid>
		<description><![CDATA[WordPress 2.7 &#8216;Coltrane&#8221;, begitulah rilis ini diberi nama. Saya sendiri tidak mengerti kenapa rilis WordPress selalu menggunakan nama legenda musik jazz untuk setiap rilis mereka. Mungkin karna Matt begitu fanatik dengan musik jazz. Klo semua nama legenda musik jazz sudah habis dipake semua kira-kira gimana yah? Yang membuat saya terheran-heran sebenarnya adalah rilis ini hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="WordPress 2.7 Dashboard" src="http://farm4.static.flickr.com/3018/3100360036_99eaf62e0c.jpg" alt="" width="500" height="303" /></p>
<p><a href="http://wordpress.org/development/2008/12/coltrane/" target="_blank">WordPress 2.7 &#8216;Coltrane&#8221;,</a> begitulah rilis ini diberi nama. Saya sendiri tidak mengerti kenapa rilis WordPress selalu menggunakan nama legenda musik jazz untuk setiap rilis mereka.<span id="more-1151"></span> Mungkin karna <a href="http://ma.tt" target="_blank">Matt </a>begitu fanatik dengan musik jazz. Klo semua nama legenda musik jazz sudah habis dipake semua kira-kira gimana yah? Yang membuat saya terheran-heran sebenarnya adalah rilis ini hanya berselang satu hari dari rilis WordPress 2.7 Release Candidate 2! Koq cepet sekali yah. Ckckck. Saya tidak perlu berpanjang lebar lagi menjelaskan f<a href="http://blog.anomali.net/2008/09/28/mengenal-fitur-fitur-baru-wordpress-27/" target="_blank">itur-fitur apa saja yang sudah ditanamkan</a> di rilis ini. Nah, sekarang cuma sedikit memberikan review (karna jarang ngeblog) setelah menggunakannya beberapa bulan ini yang tiada hari tanpa upgrade itu.</p>
<p>Hampir sulit menemukan menu-menu bersudut tajam karena telah berganti dengan menu-menu bersudut rounded, dipertegas dengan adanya ikon-ikon yang mempresentasikan menu-menu tersebut. Jika baru saja mengupgrade dari WP 2.6, akselerasi halaman backend WP 2.7 terasa lebih cepat. Semuanya berkat skrip Java yang begitu banyak bertebaran. Kaya fitur tidak harus mengorbankan pageload, bukan?!</p>
<p>Yang paling menarik bagi saya baru-baru ini adalah integrasi plugin statistik bikinan <a href="http://automattic.com" target="_blank">Automattic,</a> WordPress.com Stats, yang akhirnya bisa tampil manis sebagai modul di Dashboard.</p>
<p>Selain itu, saya paling senang menggunakan keyboard shortcut sangat membantu saya dalam mengelola komentar-komentar yang masuk selama ini. Serasa bermain-main dengan webmail milik Gmail saja. Hehe. Perlu diingat untuk mengaktifkan fitur ini masuk dulu ke Profile kemudian beri tanda centang &#8220;Enable keyboard shortcuts for comment moderation.&#8221; Untuk menghindari kesalahan dalam menggunakan keyboards shortcut, alangkah lebih baiknya membaca terlebih dulu petunjuk penggunaannya <a href="http://codex.wordpress.org/Keyboard_Shortcuts" target="_blank">disini. </a></p>
<p>Sayangnya, plugin <a href="http://intensedebate.com" target="_blank">IntenseDebate</a> yang beberapa kali saya coba untuk install dengan WP 2.7 ini, selalu mengalami kegagalan dalam proses sikronisasi. Padahal blog saya yang lain yang terinstall juga di server yang sama berhasil disinkronisasi. Entahlah, saya blom  bisa menemukan solusinya. Padahal sudah ditunggu hampir satu minggu untuk proses sinkronisasinya. Huh. Semoga dirilis WP 2.8, IntenseDebate bisa terintegrasi dengan sempurna.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anomali.net/2008/12/11/wordpress-27-is-officially-released/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngeblog via Flickr</title>
		<link>http://anomali.net/2008/11/27/ngeblog-via-flickr/</link>
		<comments>http://anomali.net/2008/11/27/ngeblog-via-flickr/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 01:45:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilamona</dc:creator>
				<category><![CDATA[On The Net]]></category>
		<category><![CDATA[WP]]></category>
		<category><![CDATA[flickr]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anomali.net/?p=1136</guid>
		<description><![CDATA[  Ngeblog tidak harus dilakukan melalui halaman post yang ada di blog kita. Bisa saja kita ngeblog lewat layanan pihak ketiga. Semuanya berkat Application Programming Interface (API), yang memungkinkan program bikinan para developer untuk mengakses dan mengendalikan fitur-fitur program lain. Saya tidak pernah mau untuk menyimpan file-file media di hosting dengan alasan takut ilang, gampang klo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://farm4.static.flickr.com/3175/3061819175_32f4e69708.jpg" alt="Ngeblog via Flickr" /></p>
<p>Ngeblog tidak harus dilakukan melalui halaman post yang ada di blog kita. Bisa saja kita ngeblog lewat layanan pihak ketiga.<span id="more-1136"></span> Semuanya berkat <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Application_programming_interface" target="_blank">Application Programming Interface (API),</a> yang memungkinkan program bikinan para developer untuk mengakses dan mengendalikan fitur-fitur program lain.</p>
<p>Saya tidak pernah mau untuk menyimpan file-file media di hosting dengan alasan takut ilang, gampang klo mo pindahan, dan tentunya mengurangi penggunaan bandwidth yang berlebihan. Kita ambil contoh <a href="http://flickr.com" target="_blank">Flickr.</a> Selama ini saya menggunakan Flickr untuk menyimpan koleksi foto-foto baik dari kamera saku maupun ponsel (diupload via <a href="http://m.flickr.com" target="_self">Flickr Mobile</a>) dan kemudian ditampilkan di blog ini. Saya tidak perlu harus mengakses halaman post new blog untuk membuat post baru, cukup mengupload foto yang diinginkan di Flickr kemudian langsung membuat postnya dari halaman Flickr.</p>
<p>Berikut langkah-langkah melakukan setupnya:</p>
<p>Pertama. Kliklah salah satu foto yang ada di Photostream dan kemudian klik tombol Blog This, karna kita belum melakukan setup untuk fitur ini kita akan diminta untuk melakukan prosedur untuk mengaktifkannya terlebih dulu.</p>
<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3186/3061814157_94b65f8e0b.jpg" rel="lightbox[1136]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3186/3061814157_94b65f8e0b_m.jpg" alt="Ngeblog via Flickr 1" /></a></p>
<p>Kedua. Pilihlah blog engine yang kamu gunakan, karna saya menggunakan WordPress Core pilihlah WordPress Blog. Pengguna WordPress.com juga dapat menikmati layanan ini.</p>
<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3050/3062654022_160658d03a.jpg" rel="lightbox[1136]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3050/3062654022_160658d03a_m.jpg" alt="Ngeblog via Flickr 2" /></a></p>
<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3050/3062654022_160658d03a.jpg" rel="lightbox[1136]"></a>Ketiga. Pada isian API Endpoint, masukkan alamat blog kamu tambahkan  /xmlrpc.php dibelakangnya. Username dan password, masukkan username dan password blog kamu.</p>
<p> <a href="http://farm4.static.flickr.com/3195/3061815371_d50f2e385e.jpg" rel="lightbox[1136]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3195/3061815371_d50f2e385e_m.jpg" alt="Ngeblog via Flickr 3" /></a></p>
<p>Keempat, Muncul konfirmasi dari isian yang kamu masukkan, jika sudah benar Flickr sudah berhasil terhubung dengan blog kamu.</p>
<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3056/3061815731_2990865d5e.jpg" rel="lightbox[1136]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3056/3061815731_2990865d5e_m.jpg" alt="Ngeblog via Flickr 4" /></a></p>
<p>Kelima (opsional), kustomasi tampilan yang nantinya akan digunakan untuk hasil post dari Flickr. Ada baiknya melakukan kustomasi agar tampilannya sesuai dengan theme yang kamu gunakan pada blog. Bisa ngelirik file theme yang kamu gunakan saat ini, lebih tepatnya file style.css.</p>
<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3039/3062656096_f9c323f7a6.jpg" rel="lightbox[1136]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3039/3062656096_f9c323f7a6_m.jpg" alt="Ngeblog via Flickr 5" /></a></p>
<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3017/3061816975_9f090cdd3c.jpg" rel="lightbox[1136]"></a><img src="http://farm4.static.flickr.com/3017/3061816975_9f090cdd3c_m.jpg" alt="Ngeblog via Flickr 6" /></p>
<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3035/3061817571_26d156c7c9.jpg" rel="lightbox[1136]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3035/3061817571_26d156c7c9_m.jpg" alt="Ngeblog via Flickr 7" /></a></p>
<p>Keenam, cobalah untuk mempost dengan fitur ini. Setiap kali kamu mengklik tombol Blog This akan diarahkan ke halaman seperti di bawah ini.</p>
<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3039/3061817985_1c25ffd4fb.jpg" rel="lightbox[1136]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3039/3061817985_1c25ffd4fb_m.jpg" alt="Ngeblog via Flickr 8" /></a></p>
<p>Ketujuh, lihatlah hasil post kamu di blog. Jika diperlukan lakukan kustomasi agar benar-benar sesuai dengan theme yang kamu gunakan.</p>
<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3175/3061819175_32f4e69708.jpg" rel="lightbox[1136]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3175/3061819175_32f4e69708_m.jpg" alt="Ngeblog via Flickr 9" /></a> </p>
<p>Done.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anomali.net/2008/11/27/ngeblog-via-flickr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wordcamp Indonesia</title>
		<link>http://anomali.net/2008/11/03/wordcamp-indonesia/</link>
		<comments>http://anomali.net/2008/11/03/wordcamp-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 08:54:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilamona</dc:creator>
				<category><![CDATA[On The Net]]></category>
		<category><![CDATA[WP]]></category>
		<category><![CDATA[wordcamp]]></category>
		<category><![CDATA[wordcamp indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anomali.net/?p=1103</guid>
		<description><![CDATA[Wow, setelah Pesta Blogger 2008 ternyata ada event yang musti tidak boleh dilewatkan oleh para pencinta WordPress, Wordcamp Indonesia! Menurut situs Wordcamp Indonesia, konferensi ini akan dihelat pada tanggal 17-18 Januari 2009 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. Tentu saja yang paling ditunggu-tunggu adalah keynote speech dari Matt Mullenweg, sang founder WordPress itu sendiri yang berbicara tentang State [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Wordcamp Indonesia 2009" src="http://farm4.static.flickr.com/3217/2998175323_884e294eef.jpg" alt="" width="500" height="303" /></p>
<p>Wow, setelah <a href="http://pestablogger.com" target="_blank">Pesta Blogger 2008</a> ternyata ada event yang musti tidak boleh dilewatkan oleh para pencinta WordPress, <a href="http://central.wordcamp.org/" target="_blank">Wordcamp</a> Indonesia!<span id="more-1103"></span> Menurut situs <a href="http://www.wordcampindonesia.com/" target="_blank">Wordcamp Indonesia,</a> konferensi ini akan dihelat pada tanggal 17-18 Januari 2009 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta.</p>
<p>Tentu saja yang paling ditunggu-tunggu adalah keynote speech dari <a href="http://ma.tt" target="_blank">Matt Mullenweg,</a> sang founder WordPress itu sendiri yang berbicara tentang State of Word. Berikut jadwal lengkapnya yang dicomot dari situs <a href="http://wordcampindonesia.com/schedule/" target="_blank">Wordcamp Indonesia:</a></p>
<p><strong>Day 1</strong></p>
<p>Developer Session<br />
Themes<br />
Plugins<br />
Localize<br />
Optimization<br />
WPMU<br />
Others (Web Standards, bbPress)<br />
Open Discussion</p>
<p>Keynote Speech<br />
State of the Word, Matt Mullenweg<br />
Open Discussion</p>
<p>Case Studies<br />
Corporate Website<br />
Corporate Blog</p>
<p><strong>Day 2</strong></p>
<p>Blogging, Basic and Beyond<br />
Blogging Community<br />
Photo / Video Blogging</p>
<p>Blog &amp; Journalism<br />
Case Study</p>
<p>Monetization<br />
WordPress &amp; SEO</p>
<p>WordPress Special Session<br />
WordPress 2.8 Pre Launch, The Future of WordPress</p>
<p>Meet and Greet<br />
Close</p>
<p>Harga tiket Rp 400.000 ribu, registrasi online telah dibuka di situs <a href="http://wordcampindonesia.com/" target="_blank">Wordcamp Indonesia</a> (tempat terbatas). I will be there, see you there fellas&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anomali.net/2008/11/03/wordcamp-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WP 2.7, They&#8217;re Almost Done with Admin UI</title>
		<link>http://anomali.net/2008/10/24/wp-27-theyre-almost-done-with-admin-ui/</link>
		<comments>http://anomali.net/2008/10/24/wp-27-theyre-almost-done-with-admin-ui/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 10:15:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilamona</dc:creator>
				<category><![CDATA[WP]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress 2.7]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anomali.net/?p=1059</guid>
		<description><![CDATA[Beginilah tampilan User Interface (UI) WordPress 2.7 hari ini, yang diupdate setiap jam dari SVN pengembangan WordPress. Update menjadi sesuatu yang rutin bahkan bisa tiap detiknya karena blog ini selalu terhubung ke SVN. Gue bisa ngeliat apa saja yg ditambahkan dan apa saja yang telah dihilangkan. Rilis kali ini benar-benar penuh dengan perubahan-perubahan yang sangat cepat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3161/2969086612_389dfe182c_o.jpg" rel="lightbox[1059]"><img class="alignnone" src="http://farm4.static.flickr.com/3161/2969086612_fe3ae990cd.jpg" alt="" width="500" height="303" /></a></p>
<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3021/2969195054_a123176ff6_o.jpg" rel="lightbox[1059]"><img class="alignnone" src="http://farm4.static.flickr.com/3021/2969195054_3e9dedc082.jpg" alt="" width="500" height="292" /></a></p>
<p>Beginilah tampilan User Interface (UI) WordPress 2.7 hari ini, yang diupdate setiap jam dari SVN pengembangan WordPress.<span id="more-1059"></span> Update menjadi sesuatu yang rutin bahkan bisa tiap detiknya karena blog ini selalu terhubung ke SVN. Gue bisa ngeliat apa saja yg ditambahkan dan apa saja yang telah dihilangkan. Rilis kali ini benar-benar penuh dengan perubahan-perubahan yang sangat cepat. Beberapa minggu lalu masih ada fitur Inbox dan sekarang fitur tersebut sudah tidak ada lagi! Sayangnya fitur keyboard shortcut yang sempat ada tapi sudah tidak terlihat lagi hari ini. Hiks.</p>
<p>Yay, all features are now activated and you will love their new install plugins feature in WP 2.7, I&#8217;m sure.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anomali.net/2008/10/24/wp-27-theyre-almost-done-with-admin-ui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Fitur-fitur Baru WordPress 2.7</title>
		<link>http://anomali.net/2008/09/28/mengenal-fitur-fitur-baru-wordpress-27/</link>
		<comments>http://anomali.net/2008/09/28/mengenal-fitur-fitur-baru-wordpress-27/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 02:56:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilamona</dc:creator>
				<category><![CDATA[WP]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anomali.net/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[WordPress (WP) merupakan blog engine yang terus-menerus mengalami perkembangan signifikan. Perubahan tampilan backend menjadi isu utama pada  rilis WP 2.7 yang diberi nama Hemorraghe. Kali terakhir perubahan signifikan dalam backend terjadi pada rilis WP 2.5, cukup mengecewakan, karna banyak bloger baru maupun yang sudah lama menggunakan WP, harus berjuang beradaptasi dengan tampilan baru WP 2.5. Sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3264/2893900428_f2cb2dfcae.jpg" alt="WordPress 2.7 Hemorraghe" /></p>
<p>WordPress (WP) merupakan blog engine yang terus-menerus mengalami perkembangan signifikan. Perubahan tampilan backend menjadi isu utama pada  rilis WP 2.7 yang diberi nama Hemorraghe.<span id="more-1004"></span> Kali terakhir perubahan signifikan dalam backend terjadi pada rilis WP 2.5, cukup mengecewakan, karna banyak bloger baru maupun yang sudah lama menggunakan WP, harus berjuang beradaptasi dengan tampilan baru WP 2.5.</p>
<p>Sejak 1 bulan lalu gue udah mendownload versi yang masih prototype ini. Tapi karna saat itu masih banyak bug akhirnya menunda menuliskan preview ini. Mari kita kita intip apa saja fitur-fitur tambahan yang akan sering kita lihat dan manfaatkan:</p>
<p><strong>Sidebar Drop Down Menu</strong></p>
<p>Semua akan disusun kesebelah kiri mengubah tampilan terdahulu yang menempatkan menu pada bagian atas. Selain itu, menu-menu tersebut sudah dilengkapi drop down yang menggunakan Ajax, sehingga kita dapat mengakses submenu lebih cepat tanpa harus mengakses menu utamanya terlebih dulu. Sayangnya peletakkan menu drop down di sidebar ini mengakibatkan semua menu akan turun terlalu jauh ke bawah jika kita membuka semua menu. Merepotkan jika kita harus menscroll dulu ke bawah untuk mengakses menu Plugins.</p>
<p><strong>New Header Menu</strong></p>
<p>Bagi para pengguna WordPress.com tampilan header menu berwarna hitam tersebut sangat familiar. Akhirnya menu tersebut hadir juga di WP core. Pengguna yang baru saja migrasi dari WordPress.com ke WP core akan merasa dimudahkan dengan fitur tersebut.</p>
<p><strong>New Dashboard</strong></p>
<p>Tersedia fitur QuickPress dimana bisa dimanfaatkan untuk membuat post baru dan mempublikasikannya secara cepat. Menghemat waktu tanpa harus mengakses menu Write Post yang banyak pengguna dengan bandwidth rendah harus menunggu lama proses load halaman Write Post. QuickPress, memang tidak dirancang untuk memiliki pilihan lanjutan.</p>
<p><span style="text-decoration: line-through;">Ada fitur Inbox, yang entahlah nantinya akan menampung pesan-pesan darimana.</span> Menurut gue, fitur ini tidak bermanfaat dan berharap bisa diganti menjadi fitur Incoming Links yang selama ini melacak keberadaan post ataupun link-link yang terhubung ke blog kita.</p>
<p>Adapula fitur drop down menu Add New Post dan Add New Page. 1 bulan lalu fitur ini belum tersedia saat gue mendownload Nightly Builds, mubazir karna di header menu sudah tersedia menu New Post. Lebih baik diganti dengan search box yang yang ada di sidebar.</p>
<p><strong>Advanced Options in Write Post</strong></p>
<p><a rel="lightbox[wp27]" href="http://farm4.static.flickr.com/3138/2893900446_7d528cd942.jpg"><img class="alignnone" style="vertical-align: baseline;" title="Write Post" src="http://farm4.static.flickr.com/3138/2893900446_7d528cd942_m.jpg" alt="Write Post" width="240" height="172" /></a></p>
<p><a rel="lightbox[wp27]" href="http://farm4.static.flickr.com/3138/2893900446_7d528cd942.jpg"></a>Di bagian atas Write Post kini tersedia pilihan Advanced Options, yang gunanya untuk menampilkan atau menyembunyikan fitur-fitur tambahan yang ada di Write Post. Dengan begitu, kita bisa mengkustomasi apa saja yang perlu ditampilkan pada halaman Write Post sesuai kebutuhan kita, dan tentunya bisa mempercepat pageload juga.</p>
<p>Di menu Publish kini tersedia opsi Sticky this post in front page. Dengan fitur ini kita bisa menempatkan post yang beri tanda centang untuk ditempatkan paling atas pada front page kita. Fitur ini hanya akan bisa digunakan apabila mendapatkan dukungan theme yang sesuai.</p>
<p>Sisanya hanya pergeseran menu Tags, Media, Categories ke sebelah kanan dibawah menu Publish. Kemudian menyederhakan pilihan Add media ke dalam satu tombol Insert Media.</p>
<p><strong>Hotkeys and Reply Comments</strong></p>
<p><a rel="lightbox[wp27]" href="http://farm4.static.flickr.com/3003/2893900424_56786721f4.jpg"><img class="alignnone" style="vertical-align: baseline;" title="Manage Comments" src="http://farm4.static.flickr.com/3003/2893900424_56786721f4_m.jpg" alt="Manage Comments" width="240" height="172" /></a></p>
<p><a rel="lightbox[wp27]" href="http://farm4.static.flickr.com/3003/2893900424_56786721f4.jpg"></a>Sekarang kita bisa langsung membalas komentar di backend dengan mengklik Reply. Kita tidak perlu lagi  bolak-balik login kemudian kembali ke front end untuk sekedar membalas komentar. Fitur yang ada di Comments akan terus berkembang setelah <a href="http://ma.tt/2008/09/intense-debate-goes-automattic/">Automattic mengakusisi Intense Debate.</a></p>
<p>Tersedia pula hotkey, sehingga kita cukup memencet tombol &#8220;J&#8221; atau &#8220;K&#8221; untuk berpindah dari satu komentar ke komentar lain. Tombol &#8220;A&#8221; untuk mengapprove komentar. Tombol &#8220;S&#8221; untuk memberi status Spam. Tombol &#8220;R&#8221; untuk membalas komentar. Tombol &#8220;E&#8221; untuk mengedit komentar. Harusnya tersedia panduan penggunaan hotkey ini di halaman Comments. Jangan sampe pengguna secara tidak sengaja menekan tombol &#8220;D&#8221; yang nantinya akan menghapus komentar!</p>
<p><strong>Search, Upload, and Install Plugins</strong></p>
<p><a rel="lightbox[wp27]" href="http://farm4.static.flickr.com/3265/2893900416_9124d2a532.jpg"><img class="alignnone" style="vertical-align: baseline;" title="Search, Upload, and Install Plugins" src="http://farm4.static.flickr.com/3265/2893900416_9124d2a532_m.jpg" alt="Search, Upload, and Install Plugins" /></a></p>
<p><a rel="lightbox[wp27]" href="http://farm4.static.flickr.com/3265/2893900416_9124d2a532.jpg"></a>Tidak perlu lagi repot membuka tab browser baru dan mengarahkannya ke <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/">gudang plugins.</a> Cukup lakukan pencarian melalui backend, download langsung ke server, dan kemudian install. Kita juga bisa mengupload langsung plugin tanpa perantara File Manager/FTP/sFTP. Tersedia pula fitur unzip untuk mengextract plugins berekstensi *.zip!</p>
<p><strong>More Options in Discussion and Media Settings</strong></p>
<p><a rel="lightbox[wp27]" href="http://farm4.static.flickr.com/3124/2893900438_72441fec12.jpg"><img class="alignnone" style="vertical-align: baseline;" title="Discussion Settings" src="http://farm4.static.flickr.com/3124/2893900438_72441fec12_m.jpg" alt="Discussion Settings" width="240" height="170" /></a></p>
<p><a rel="lightbox[wp27]" href="http://farm4.static.flickr.com/3124/2893900438_72441fec12.jpg"></a><br />
<a rel="lightbox[wp27]" href="http://farm4.static.flickr.com/3205/2893900442_a3cf798d04.jpg"><img class="alignnone" style="vertical-align: baseline;" title="Media Settings" src="http://farm4.static.flickr.com/3205/2893900442_a3cf798d04_m.jpg" alt="Media Settings" width="240" height="170" /></a></p>
<p><a rel="lightbox[wp27]" href="http://farm4.static.flickr.com/3205/2893900442_a3cf798d04.jpg"></a>Kita bisa mengatur seberapa lama komentar dibuka pada setiap post dan mengakhirinya berdasarkan waktu yang telah ditentukan. Ada 2 pilihan lain dalam pengaturan diskusi ini akan tetapi sayangnya belum bisa digunakan.</p>
<p>Di Media Settings, kita bisa mengatur perlakuan standar terhadap gambar yang kita upload. Hal ini sangat mempermudah kita karna tidak harus melakukan pengaturan terhadap setiap gambar padahal kita ingin memperlakukannya sama dengan gambar-gambar yang lainnya.</p>
<p><strong>Conclusion</strong></p>
<p>It&#8217;s still not easy for new users. Beberapa fitur masih bisa digabung, dihilangkan, dan disederhanakan lagi. Pengaturan komentar semakin gampang dengan adanya hotkey dan reply comment. Fitur paling revolusioner adalah Search, Upload, and Install Plugins kita tidak perlu lagi repot harus bekerjasama dengan File Manager/FTP/sFTP. Gue berharap fitur ini juga akan tersedia untuk menu Themes di rilis berikutnya.</p>
<p><strong>NB: WordPress 2.7 akan dirilis pada tanggal 10 November 2008. Pengguna </strong><a href="http://wordpress.com&lt;br &gt;&lt;/a&gt;"><strong>WordPress.com</strong></a><strong> akan mendapatkan kesempatan terlebih dulu menikmati tampilan baru WP.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anomali.net/2008/09/28/mengenal-fitur-fitur-baru-wordpress-27/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi 5 Menit WordPress di PC</title>
		<link>http://anomali.net/2008/07/08/instalasi-5-menit-wordpress-di-pc/</link>
		<comments>http://anomali.net/2008/07/08/instalasi-5-menit-wordpress-di-pc/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 14:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilamona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anomali.net/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[WordPress saat ini menjadi skrip penerbitan online yang paling diminati oleh jutaan pengguna internet di dunia. Tanpa kamu sadari banyak web designer terkemuka yang sebenarnya situsnya berbasiskan WP dan menawarkan kepada klien mereka skrip tersebut sebagai pilihan utama. Para web designer itu tidak langsung menginstall skrip tersebut di server online, akan tetapi mengujicobakan tema, plugin, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3038/2649088555_4ca17cea51.jpg" alt="" /></p>
<p>WordPress saat ini menjadi skrip penerbitan online yang paling diminati oleh jutaan pengguna internet di dunia.<span id="more-934"></span> Tanpa kamu sadari banyak web designer terkemuka yang sebenarnya situsnya berbasiskan WP dan menawarkan kepada klien mereka skrip tersebut sebagai pilihan utama. Para web designer itu tidak langsung menginstall skrip tersebut di server online, akan tetapi mengujicobakan tema, plugin, dan kustomasi lainnya di kompie mereka terlebih dahulu sebelum benar-benar ditransfer ke server online di internet.</p>
<p>Instalasi WP terbilang mudah dan hanya membutuhkan waktu 5 menit saja! So, jika kamu ingin memulai menggunakan WP sebagai platform ngeblog kamu ato ya sekedar bikin blog untuk dibaca sendiri, bisa menyimak tutorial berikut.</p>
<p>Persiapan:</p>
<ol>
<li><a href="http://www.wampserver.com" target="_blank">WampServer. </a>Guna agar kita dapat menjalankan server sendiri di kompie kita. Paket tersebut sudah lengkap terdiri dari: PHP, Apache, dan MySQL. Semua syarat untuk menjalankan WP sudah tersedia di aplikasi tersebut. Adapula aplikasi bernama <a href="http://www.apachefriends.org/en/xampp.html" target="_blank">XAMMP.</a> Tapi untuk pemula cukuplah menggunakan WampServer karena alasan lebih praktis dan mudah dipahami.</li>
<li><a href="http://wordpress.org" target="_blank">WordPress. </a></li>
</ol>
<p>Langkah-langkah instalasi adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Install WampServer kemudian jalankan. Perhatikan taskbar kamu. Ada ikon WampServer mirip spedometer yang bergerak dari merah, kuning, kemudian jadi putih. Apabila berwarna putih berarti semua layanan di WampServer telah berhasil dijalankan. Tapi apabila merah atau kuning, berarti ada yang menghalangi layanan untuk dijalankan. Biasanya aplikasi yang berjalan di port 80 (misalkan: Skype) akan menghambat layanan Apache di dijalankan. <a rel="lightbox[wpinstall]" href="http://farm3.static.flickr.com/2366/2648992517_db6c6b9802.jpg"><img title="BUKA FOLDER WWW" alt="" />Lihat gambar #1.</a></li>
<li>Klik kiri ikon tersebut, pilih &#8220;www directory&#8221;. Ekstrak WordPress yang telah dikompresi di folder tersebut. <a rel="lightbox[wpinstall]" href="http://farm4.static.flickr.com/3255/2648992685_4a4d0b2980.jpg"><img title="EKSTRAK WP DI WWW" alt="" />Lihat gambar #2.</a></li>
<li>Kembali ke taskbar. klik kiri ikon WampServer, dan klik &#8220;phpMyAdmin&#8221;. Di jendela browser phpMyAdmin pada isian &#8220;Create New Database&#8221;, isilah &#8220;wordpress&#8221; kemudian klik tombol &#8220;Create&#8221;. Database ini yang menyimpan seluruh data post, komentar, kategori, dan semua pengaturan WP kamu nantinya. <a rel="lightbox[wpinstall]" href="http://farm4.static.flickr.com/3263/2649825518_d1dc24de5b.jpg"><img title="BUAT DATABASE" alt="" />Lihat gambar #3.</a></li>
<li>Buka browser ketikkan &#8220;localhost&#8221;. Lihat pada bagian &#8220;Project&#8221;. Kamu bisa melihat folder &#8220;wordpress&#8221;. Klik folder tersebut yang akan mengarahkan ke halaman &#8220;WordPress Error&#8221;. Acuhkan pesan tersebut itu adalah awal dari instalasi WP. Klik &#8220;Create Configuratin File&#8221;. <a rel="lightbox[wpinstall]" href="http://farm4.static.flickr.com/3259/2649823842_d3a74cdec4.jpg"><img title="PROJECT DI LOCALHOST" alt="" />Lihat gambar #4.</a> <a rel="lightbox[wpinstall]" href="http://farm4.static.flickr.com/3276/2649824418_aa0e8c1eec.jpg"><img title="WORDPRESS ERROR" alt="" />Lihat gambar #5.</a></li>
<li>Pada pengaturan Database. Isilah Database Name: wordpress, User Name: root, Password: (dikosongkan), Database Host: Localhost, dan Table Prefix: wp_. Klik tombol &#8220;Submit&#8221; dan pada jendela berikutnya klik tombol &#8220;Run the install&#8221;. <a rel="lightbox[wpinstall]" href="http://farm4.static.flickr.com/3239/2648990753_128fe82930.jpg"><img title="SETUP DATABASE" alt="" />Lihat gambar #6.</a></li>
<li>Di jendela selanjutnya kamu diminta untuk mengisi judul blog dan alamat email. Silahkan isi terserah saja. Klik tombol &#8220;Install WordPress&#8221; dan selamat kamu telah berhasil menginstalasi WP di PC kamu. Jangan lupa mengcopy password sementara yang tertera yang nantinya harus kamu rubah sendiri dengan password kamu. Klik tombol &#8220;Log in&#8221;. <a rel="lightbox[wpinstall]" href="http://farm4.static.flickr.com/3296/2649823528_306ae43498.jpg"><img title="SUCCESS!" alt="" />Lihat gambar #7.</a></li>
<li>Masuklah dengan username dan password yang disediakan tadi. Di dashboard, klik admin yang ada di pojok kanan atas untuk merubah profil dan tentunya password kamu. <a rel="lightbox[wpinstall]" href="http://farm4.static.flickr.com/3054/2648991345_af85970bb6.jpg"><img title="DASHBOARD" alt="" />Lihat gambar #8.</a></li>
<li>Klik &#8220;Visit Site&#8221; untuk melihat bagaimana tampilan depan blog kamu. Sekarang kamu bisa mengakses blog tersebut yang beralamatkan di http://localhost/wordpress. Untuk masuk sebagai admin lewat alamat http://localhost/wordpress/wp-login.php atau http://localhost/wordpress/wp-admin. <a rel="lightbox[wpinstall]" href="http://farm4.static.flickr.com/3199/2648991549_c7c8ec8c35.jpg"><img title="WP FRONTEND" alt="" />Lihat gambar #9.</a></li>
</ol>
<p>Setiap kali kamu ingin mengkases WP kamu harus menjalankan WampServer terlebih dahulu. Jika tidak, kamu tidak akan bisa mengakses blog kamu tersebut. Mulailah bereksprimen seperti menambah tema ataupun plugin yang tersimpan di folder www/wordpress/wp-content. Kami tunggu kehadiran blog kamu di dunia maya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anomali.net/2008/07/08/instalasi-5-menit-wordpress-di-pc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Unstandard Theme is Released for Public</title>
		<link>http://anomali.net/2008/04/11/unstandard-theme-is-released-for-public/</link>
		<comments>http://anomali.net/2008/04/11/unstandard-theme-is-released-for-public/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 09:19:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilamona</dc:creator>
				<category><![CDATA[On The Net]]></category>
		<category><![CDATA[WP]]></category>
		<category><![CDATA[Derek Punsalan]]></category>
		<category><![CDATA[Seattle]]></category>
		<category><![CDATA[theme]]></category>
		<category><![CDATA[unstandard]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anomali.net/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Derek Punsalan, webdesigner dari Seattle merilis theme yang dia gunakan sendiri untuk blognya. Salah satu WordPress theme gratisan terbaik saat ini. Rilis ini sebagai bentuk dukungan Derek dengan pengembangan dari WordPress itu sendiri. Sebelum WordPress 2.5 dirilis secara resmi, MovableType, engine blogging pesaing, membuat post yang meragukan adaptasi theme dan plugin saat pengguna WP beralih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2354/2404416081_9a82946fdb.jpg" alt="" /></p>
<p>Derek Punsalan, webdesigner dari Seattle merilis theme yang dia gunakan sendiri untuk blognya. Salah satu WordPress theme gratisan terbaik saat ini.<span id="more-912"></span></p>
<p>Rilis ini sebagai bentuk dukungan Derek dengan pengembangan dari WordPress itu sendiri. Sebelum WordPress 2.5 dirilis secara resmi, MovableType, engine blogging pesaing, membuat <a href="http://www.movabletype.com/blog/2008/03/a-wordpress-25-upgrade-guide.html" target="_blank">post</a> yang meragukan adaptasi theme dan plugin saat pengguna <abbr title="WordPress">WP</abbr> beralih ke versi 2.5. Judul post-nya sendiri malah tidak sinkron dengan isinya, dimana MT lebih menonjolkan MT 4.1. Ya, <abbr title="MovableType">MT</abbr> berusaha menarik lebih banyak blogger untuk berpaling dari WP. Aksi yang sangat provokatif menurut gue.</p>
<p>Kembali ke theme dari Derek, theme ini diberi nama <a href="http://5thirtyone.com/archives/886" target="_blank">Unstandard.</a> Berukuran tidak besar sekitar 78kb dalam kondisi dikompresi Zip dan pageload-nya juga cepat. Tampilan halaman index-nya tidak standar dengan blog-blog kebanyakan. Saat menguji theme ini di localhost, di halaman depan hanya terpampang box hitam paduan antara image dan judul post. Teknik yang mengundang pengunjung penasaran untuk melihat lebih lanjut isi dari post. Andai saja theme ini sudah dirilis di bulan Januari mungkin gue mutusin untuk menggunakan theme ini.</p>
<p>Theme ini menggunakan metode yang sama dengan theme gue, yaitu penggunakan custom fields yang ada di Write Post. Fasilitas ini sudah digenerikkan di WP tapi tidak di MT! Di MT kita harus menginstall plugin untuk mendapatkan fasilitas custom fields. Melalui custom fields, image untuk post akan ditampilkan di halaman index. Image pertama harus tersedia dalam ukuran 593px x 225px yang harus diberi nama lead_image. Kemudian image kedua harus berukuran 293px x 150px dan diberi nama secondary_image. Post teranyar akan menampilkan lead image, sedangkan post yang lebih lama akan menampilkan secondary image.</p>
<p>Bagi yang ingin beralih ke theme ini, ada baiknya menyediakan cukup waktu untuk mengatur post-post terdahulu dapat tampil dengan baik, terutama membuat image dengan ukuran yang sesuai pula. Walaupun post-post yang tidak berisi image hanya akan terlihat dalam box abu-abu, theme seperti ini lebih cocok untuk blog yang kebanyakan postnya terdapat image. Mau mencoba?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anomali.net/2008/04/11/unstandard-theme-is-released-for-public/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WordPress 2.5, Simple Design but More Powerful</title>
		<link>http://anomali.net/2008/03/18/wordpress-25-simple-design-but-more-powerful/</link>
		<comments>http://anomali.net/2008/03/18/wordpress-25-simple-design-but-more-powerful/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 13:09:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilamona</dc:creator>
				<category><![CDATA[WP]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anomali.net/2008/03/18/wordpress-25-simple-design-but-more-powerful/</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum berangkat liburan ke kampung halaman, tidak salahnya gue mencicipi manisnya, WP versi 2.5. WP sekarang dengan ditampilkan dengan layout yang lebih-lebih sederhana (kalo tidak mau dibilang revolusioner) dan makin powerful. Pageload-nya semakin cepat saja. Beberapa plugin mungkin akan kita lupakan dan kita nonaktifkan, karna di versi terbaru ini sudah digenerikkan ke dalam installer WP. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3151/2343234408_292980204b.jpg" alt="" /></p>
<p>Sebelum berangkat liburan ke kampung halaman, tidak salahnya gue mencicipi manisnya, <a href="http://wordpress.org/development/2008/03/25-sneak-peek/" target="_blank">WP versi 2.5.<span id="more-911"></span></a> <abbr title="WordPress">WP</abbr> sekarang dengan ditampilkan dengan layout yang lebih-lebih sederhana (kalo tidak mau dibilang revolusioner) dan makin powerful. Pageload-nya semakin cepat saja. Beberapa plugin mungkin akan kita lupakan dan kita nonaktifkan, karna di versi terbaru ini sudah digenerikkan ke dalam installer WP. Tentunya, pengguna awam pun akan sangat dimanjakan dengan layout terbaru ini, karna sistem navigasi yang benar-benar baik dan tidak membingungkan.</p>
<p><a title="FEED SETTINGS" rel="lightbox[wp2.5]" href="http://farm3.static.flickr.com/2261/2343233564_95b7088ddb.jpg"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2261/2343233564_95b7088ddb_m.jpg" alt="Feed Settings" /></a><br />
Yang cukup menarik perhatian gue adalah pengaturan feed. Sekarang bisa diatur bagaimana feed akan ditampilkan, mau secara penuh maupun ringkasannya saja. Hal ini yang mungkin dimaksud oleh salah <a href="http://amed.wordpress.com/2008/02/17/wordpresscom-dan-rss/tracback" target="_blank">seorang penggiatnya,</a> yang mengajak para blogger untuk merubah setting feed mereka biar dibaca secara penuh. Sebenarnya sempat ngiri karna para blogger <a href="http://wordpress.com" target="_blank">WordPress.com</a> telah lebih dulu mencicipi fasilitas ini. Sekarang setelah gue coba ternyata bekerja dengan baik menggunakan aplikasi semacam <a href="http://google.com/reader/" target="_blank">Google Reader.</a></p>
<p><a title="WRITE PAGE" rel="lightbox[wp2.5]" href="http://farm3.static.flickr.com/2200/2343235328_b796aca596.jpg"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2200/2343235328_b796aca596_m.jpg" alt="Write Page" /></a><a title="LIGHTBOX IN WRITE PAGE" rel="lightbox[wp2.5]" href="http://farm3.static.flickr.com/2379/2342403649_58f5a53503.jpg"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2379/2342403649_58f5a53503_m.jpg" alt="Lightbox in Write Page" /></a><br />
Beralih ke halaman penulisan ato Write Page. Disini yang paling menarik adalah kita bisa menyisipkan video, audio, image, dan media lainnya, dengan sangat mudah karna udah tersedia tombolnya, just click! Maka, akan muncul lightbox, yang WoW&#8230;</p>
<p>Ada juga yang masih menunda menggunakan WP 2.3, karna rilis kali ini bukan rilis keamanan. Dirasa kurang urgensi untuk melakukan upgrade ke WP 2.5. Apakah kamu juga akan segera beralih ke WP 2.5?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anomali.net/2008/03/18/wordpress-25-simple-design-but-more-powerful/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi WP-Cache Tanpa Perintah Symlink</title>
		<link>http://anomali.net/2007/08/12/instalasi-wpcache-tanpa-perintah-symlink/</link>
		<comments>http://anomali.net/2007/08/12/instalasi-wpcache-tanpa-perintah-symlink/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Aug 2007 01:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilamona</dc:creator>
				<category><![CDATA[WP]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anomali.net/2007/08/12/instalasi-wpcache-tanpa-perintah-symlink/</guid>
		<description><![CDATA[Dari dulu udah pengen banged masang plugin WP-Cache, yang katanya sech biar ningkatin kecepatan page load WP kita. Kesulitan masang WP-Cache adalah kita harus melakukan symlink melalui shell access antar dua file wp-content/plugins/wp-cache/wp-cache-phase1.php dengan wp-content/advanced-cache.php menggunakan perintah shell: -s wp-content/plugins/wp-cache/wp-cache-phase1.php wp-content/advanced-cache.php Nah, klo hosting kita ngga nyediain fitur shell access, gimana? Kita bisa make plugin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari dulu udah pengen banged masang plugin <a href="http://mnm.uib.es/gallir/wp-cache-2/" target="_blank">WP-Cache,</a> yang katanya sech biar ningkatin kecepatan <span style="font-style: italic">page load</span> WP kita.<span id="more-892"></span> Kesulitan  masang WP-Cache adalah kita harus melakukan <em>symlink m</em>elalui <span style="font-style: italic">shell access</span> antar dua file <code>wp-content/plugins/wp-cache/wp-cache-phase1.php</code> dengan <code>wp-content/advanced-cache.php</code> menggunakan perintah <em>shell:</em><br />
<code>-s wp-content/plugins/wp-cache/wp-cache-phase1.php wp-content/advanced-cache.php</code><br />
Nah, klo <em>hosting</em> kita ngga nyediain fitur <em>shell access, </em>gimana? Kita bisa make plugin yang namanya <a href="http://twentythree7.com/wp-cache-nosymlink/" target="_blank">WP-Cache NoSymlink.</a> Proses instalasinya pun ngga ribet. Upload WP-Cache dan WP-Cache NO Symlink ke folder: <code>wp-content/plugins/</code> tambahkan baris berikut pada: <code>wp.config.php</code><br />
<code>define(’WP_CACHE’, true);</code><br />
Langsung dech kita aktifkan pluginnya lewat Plugins Admin Panel. Masuk ke menu: <code>Options&gt;WP-Cache&gt;Main Options</code> klik tombol Enable It. Selesai</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anomali.net/2007/08/12/instalasi-wpcache-tanpa-perintah-symlink/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penanggalan WordPress Dalam Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://anomali.net/2007/07/16/penanggalan-wordpress-dalam-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://anomali.net/2007/07/16/penanggalan-wordpress-dalam-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2007 09:23:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilamona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[WP]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anomali.net/2007/07/16/penanggalan-wordpress-dalam-bahasa-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[WordPress (WP) emang dari sononya cuman mendukung bahasa Inggris. Sampe saat ini belum tersedia versi WP dalam bahasa Indonesia ato dalam bahasa lokal lainnya. Hal ini mempersulit kita yang kepengen punya tema dalam bahasa Indonesia akan tetapi penanggalan dalam WP-nya masih menggunakan bahasa Inggris. Dengan sedikit editing terhadap file locale.php yang tersimpan di direktori /wp-includes/ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wordpress.org">WordPress</a> (WP) emang dari sononya cuman mendukung bahasa Inggris. Sampe saat ini belum tersedia versi WP dalam bahasa Indonesia ato dalam bahasa lokal lainnya.<span id="more-888"></span> Hal ini mempersulit kita yang kepengen punya tema dalam bahasa Indonesia akan tetapi penanggalan dalam WP-nya masih menggunakan bahasa Inggris.</p>
<p>Dengan sedikit <em>editing</em> terhadap file locale.php yang tersimpan di direktori <code>/wp-includes/</code> (tepatnya <code>/wp-includes/locale.php</code>), kita bisa mendapatkan penanggalan dengan &#8216;rasa&#8217; Indonesia. Bagi yang males mengubahnya sendiri bisa mengunduhnya dari <a href="http://blog.anomali.net/downloads/wp-tanggalindo.zip">sini.</a> Perhatikan kode php dari <code>locale.php</code> dalam bahasa Inggris yang udah gue potong berikut ini:</p>
<pre lang="php" line="1" colla="-">

// Date and Time

class WP_Locale {
var $weekday;
var $weekday_initial;
var $weekday_abbrev;

var $month;
var $month_abbrev;

var $meridiem;

var $text_direction = '';
var $locale_vars = array('text_direction');

function init() {
// The Weekdays
$this-&gt;weekday[0] = __('Sunday');
$this-&gt;weekday[1] = __('Monday');
$this-&gt;weekday[2] = __('Tuesday');
$this-&gt;weekday[3] = __('Wednesday');
$this-&gt;weekday[4] = __('Thursday');
$this-&gt;weekday[5] = __('Friday');
$this-&gt;weekday[6] = __('Saturday');

// The first letter of each day.  The _%day%_initial suffix is a hack to make
// sure the day initials are unique.
$this-&gt;weekday_initial[__('Sunday')]    = __('S_Sunday_initial');
$this-&gt;weekday_initial[__('Monday')]    = __('M_Monday_initial');
$this-&gt;weekday_initial[__('Tuesday')]   = __('T_Tuesday_initial');
$this-&gt;weekday_initial[__('Wednesday')] = __('W_Wednesday_initial');
$this-&gt;weekday_initial[__('Thursday')]  = __('T_Thursday_initial');
$this-&gt;weekday_initial[__('Friday')]    = __('F_Friday_initial');
$this-&gt;weekday_initial[__('Saturday')]  = __('S_Saturday_initial');

foreach ($this-&gt;weekday_initial as $weekday_ =&gt; $weekday_initial_) {
$this-&gt;weekday_initial[$weekday_] = preg_replace('/_.+_initial$/', '', $weekday_initial_);
}

// Abbreviations for each day.
$this-&gt;weekday_abbrev[__('Sunday')]    = __('Sun');
$this-&gt;weekday_abbrev[__('Monday')]    = __('Mon');
$this-&gt;weekday_abbrev[__('Tuesday')]   = __('Tue');
$this-&gt;weekday_abbrev[__('Wednesday')] = __('Wed');
$this-&gt;weekday_abbrev[__('Thursday')]  = __('Thu');
$this-&gt;weekday_abbrev[__('Friday')]    = __('Fri');
$this-&gt;weekday_abbrev[__('Saturday')]  = __('Sat');

// The Months
$this-&gt;month['01'] = __('January');
$this-&gt;month['02'] = __('February');
$this-&gt;month['03'] = __('March');
$this-&gt;month['04'] = __('April');
$this-&gt;month['05'] = __('May');
$this-&gt;month['06'] = __('June');
$this-&gt;month['07'] = __('July');
$this-&gt;month['08'] = __('August');
$this-&gt;month['09'] = __('September');
$this-&gt;month['10'] = __('October');
$this-&gt;month['11'] = __('November');
$this-&gt;month['12'] = __('December');

// Abbreviations for each month. Uses the same hack as above to get around the
// 'May' duplication.
$this-&gt;month_abbrev[__('January')] = __('Jan_January_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('February')] = __('Feb_February_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('March')] = __('Mar_March_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('April')] = __('Apr_April_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('May')] = __('May_May_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('June')] = __('Jun_June_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('July')] = __('Jul_July_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('August')] = __('Aug_August_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('September')] = __('Sep_September_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('October')] = __('Oct_October_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('November')] = __('Nov_November_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('December')] = __('Dec_December_abbreviation');

foreach ($this-&gt;month_abbrev as $month_ =&gt; $month_abbrev_) {
$this-&gt;month_abbrev[$month_] = preg_replace('/_.+_abbreviation$/', '', $month_abbrev_);
}
</pre>
<p>Nah, kita tinggal mengganti penanggalan dalam bahasa Inggris tersebut menjadi penanggalan dalam bahasa Indonesia, seperti berikut ini:</p>
<pre lang="php" line="1" colla="-">

// Date and Time

class WP_Locale {
var $weekday;
var $weekday_initial;
var $weekday_abbrev;

var $month;
var $month_abbrev;

var $meridiem;

var $text_direction = 'ltr';
var $locale_vars = array('text_direction');

function init() {
// The Weekdays
$this-&gt;weekday[0] = __('Minggu');
$this-&gt;weekday[1] = __('Senin');
$this-&gt;weekday[2] = __('Selasa');
$this-&gt;weekday[3] = __('Rabu');
$this-&gt;weekday[4] = __('Kamis');
$this-&gt;weekday[5] = __('Jumat');
$this-&gt;weekday[6] = __('Sabtu');

// The first letter of each day.  The _%day%_initial suffix is a hack to make
// sure the day initials are unique.
$this-&gt;weekday_initial[__('Minggu')]    = __('M_Minggu_initial');
$this-&gt;weekday_initial[__('Senin')]    = __('S_Senin_initial');
$this-&gt;weekday_initial[__('Selasa')]   = __('S_Selasa_initial');
$this-&gt;weekday_initial[__('Rabu')] = __('R_Rabu_initial');
$this-&gt;weekday_initial[__('Kamis')]  = __('K_Kamis_initial');
$this-&gt;weekday_initial[__('Jumat')]    = __('J_Jumat_initial');
$this-&gt;weekday_initial[__('Sabtu')]  = __('S_Sabtu_initial');

foreach ($this-&gt;weekday_initial as $weekday_ =&gt; $weekday_initial_) {
$this-&gt;weekday_initial[$weekday_] = preg_replace('/_.+_initial$/', '', $weekday_initial_);
}

// Abbreviations for each day.
$this-&gt;weekday_abbrev[__('Sunday')]    = __('Min');
$this-&gt;weekday_abbrev[__('Monday')]    = __('Sen');
$this-&gt;weekday_abbrev[__('Tuesday')]   = __('Sel');
$this-&gt;weekday_abbrev[__('Wednesday')] = __('Rab');
$this-&gt;weekday_abbrev[__('Thursday')]  = __('Kam');
$this-&gt;weekday_abbrev[__('Friday')]    = __('Jum');
$this-&gt;weekday_abbrev[__('Saturday')]  = __('Sab');

// The Months
$this-&gt;month['01'] = __('Januari');
$this-&gt;month['02'] = __('Februari');
$this-&gt;month['03'] = __('Maret');
$this-&gt;month['04'] = __('April');
$this-&gt;month['05'] = __('Mei');
$this-&gt;month['06'] = __('Juni');
$this-&gt;month['07'] = __('Juli');
$this-&gt;month['08'] = __('Agustus');
$this-&gt;month['09'] = __('September');
$this-&gt;month['10'] = __('Oktober');
$this-&gt;month['11'] = __('November');
$this-&gt;month['12'] = __('Desember');

// Abbreviations for each month. Uses the same hack as above to get around the
// 'May' duplication.
$this-&gt;month_abbrev[__('Januari')] = __('Jan_Januari_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('Februari')] = __('Feb_Februari_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('Maret')] = __('Mar_Maret_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('April')] = __('Apr_April_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('Mei')] = __('Mei_Mei_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('Juni')] = __('Jun_Juni_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('Juli')] = __('Jul_Juli_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('Agustus')] = __('Agu_Agustus_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('September')] = __('Sep_September_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('Oktober')] = __('Okt_Oktober_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('November')] = __('Nov_November_abbreviation');
$this-&gt;month_abbrev[__('Desember')] = __('Des_Desember_abbreviation');

foreach ($this-&gt;month_abbrev as $month_ =&gt; $month_abbrev_) {
$this-&gt;month_abbrev[$month_] = preg_replace('/_.+_abbreviation$/', '', $month_abbrev_);
}
</pre>
<p>Selesai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anomali.net/2007/07/16/penanggalan-wordpress-dalam-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
