<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anomali.net &#187; uan</title>
	<atom:link href="http://anomali.net/tag/uan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anomali.net</link>
	<description>Be Different, Be Anomali.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Mar 2010 00:24:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Ujian Nasional, Siapa Yang Patut Dipercaya?</title>
		<link>http://anomali.net/2008/04/24/ujian-nasional-siapa-yang-patut-dipercaya/</link>
		<comments>http://anomali.net/2008/04/24/ujian-nasional-siapa-yang-patut-dipercaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 05:10:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilamona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inside The News]]></category>
		<category><![CDATA[uan]]></category>
		<category><![CDATA[ujian nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anomali.net/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[Ujian Nasional baru aja berakhir. Ada yang menangis karna ngga bisa ngejawab soal-soal yang sulit, ada yang kalangkabut karna soal/lembar jawaban kurang/rusak. Disisi lain adapula pihak yang harus dibikin repot untuk mengamankan lembar-lembaran tersebut, sebelum didistribusikan ke masing-masing sekolah yaitu: Polisi! Dimasa kini ternyata polisi harus kerja menangani kasus-kasus kriminal tapi dapet job tambahan mengawal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left;" src="http://farm3.static.flickr.com/2222/2437463035_56b18bd03f.jpg" alt="Ilustrasi: Smansa Cepu - http://sman1cepu.sch.id" />Ujian Nasional baru aja berakhir. Ada yang menangis karna ngga bisa ngejawab soal-soal yang sulit,<span id="more-915"></span> ada yang kalangkabut karna soal/lembar jawaban kurang/rusak. Disisi lain adapula pihak yang harus dibikin repot untuk mengamankan lembar-lembaran tersebut, sebelum didistribusikan ke masing-masing sekolah yaitu: Polisi! Dimasa kini ternyata polisi harus kerja menangani kasus-kasus kriminal tapi dapet job tambahan mengawal setiap pergerakan soal <abbr title="Ujian Nasional">UN</abbr>. Layaknya peti uang saja. Kemudian ada tugas lain dari markas para aparat berseragam cokelat ini. Menyediakanj asa penitipan!</p>
<p>Aneh memang tapi memang terjadi di negeri kita. Tiap tahunnya selain standar kelulusan yang semakin dinaikkan, standar pengamanan juga semakin ditingkatkan. Dari penggandaan soal sampe pendistribusian ke masing-masing <abbr title="Kepolisian Sektor">Polsek</abbr>, semuanya diawasi dengan ketat nleh pihak kepolisian. Mobil box saja yang mengantarkan soal mendapat pengawalan <abbr title="Polisi Jalan Raya">PJR</abbr> seperti tamu istimewa. Sampe-sampe gudang yang ada di Mapolsek, pintu &amp; jendelanya dipaku mati!</p>
<p>Kemudian di hari H-nya ada alur pengambilan dan pengembalian soal UN, seperti dikutip dari <a title="Banjarmasin Post Online" href="http://www.banjarmasinpost.co.id" target="_blank">Banjarmasin Post</a>:</p>
<ol>
<li> Panitia UN (kepala sekolah) didampingi tim monitoring mengambil soal ke tempat penyimpanan (Polsek) pukul 06.30.</li>
<li> Berita acara serah terima ditandatangani, baru soal bisa dibawa ke sekolah.</li>
<li> Aparat kepolisian melakukan pengawalan hingga ke sekolah.</li>
<li>Apabila waktu pelaksanaan UN belum dimulai, soal disimpan di ruang panitia sepengetahuan tim monitorin dan polisi.</li>
<li>Setelah soal dikerjakan siswa, pada saat di ruang kelas lang dimasukan ke amplop.</li>
<li>Soal dikembalikan ke Polsek dengan terlebih dulu membuat berita acara.</li>
</ol>
<p>Ribetnya alur yang musti ditempuh yah. Ternyata semakin tahun semakin rendah tingkat kepercayaan Departemen Pendidikan Nasional terhadap institusi di bawah mereka. Bahkan mereka tidak lagi percaya kepada para guru pengawas untuk memegang soal UN. Karna, dikhawatirkan sang pengawas membantu siswa menjawabkan soal UN. Mo sampe kapan yah rasa ketidakpercayaan terhadap bawahan ini berlangsung. Bisa-bisa tahun depan pelaksanaan UN pindah ke Polsek&#8230;</p>
<p>Ilustrasi: <a title="SMAN 1 Cepu" href="http://sman1cepu.sch.id" target="_blank">Smansa Cepu</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anomali.net/2008/04/24/ujian-nasional-siapa-yang-patut-dipercaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
