Sudah kesekian kalinya saya naik pesawat. Naik pesawat selalu menjadi pengalaman menarik buat saya. Dari bisa melihat awan dari dekat, pesawat menembus awan tebal, melihat rumah-rumah dan sekelilingnya bak miniatur raksasa, sampai para pramugari yang tidak bosan buat dipandang mondar-mandir jualan suvenir.
Tidak pernah absen juga habit saya yang sebenarnya takut ketinggian & selalu merasa mual kepengen muntah (airsickness). Untungnya sekarang ngga lagi muntah. Saat masih kecil saya langsung menumpahkan isi perut sesaat pesawat take off. Fiuh, jika bukan karena kebelet waktu saya pasti memilih perjalanan lewat darat. Walaupun dengan resiko pantat lecet karna duduk kelamaan.
Pengalaman kali pertama perjalanan menggunakan pesawat yang saya rasakan terjadi kemarin. Ngga sadar kalau tiket yang tercetak tanggal 1 November. Padahal menjadwalkan keberangkatan tanggal 2 November. Tersadar akan kesalahan itu baru ditanggal 2 dan jadwal keberangkatannya tinggal 2 jam lagi! Benar-benar apes ketika mendengar diharuskan membayar biaya pembatalan, administrasi de el el yang menguras kantong hampir mendekati harga membeli tiket baru.
Yah mau gimana lagi. Saya harus tetap berangkat hari itu juga. Kalaupun dimundurin lagi saya harus membayar biaya penundaan dengan nominal yang sama. Fiuh.
Berharap pengalaman kali pertama ini tidak terulang kembali.
mudah2an tidak terulang lagi ,.., jd rugi ya kmren ..
hehe…. makanya beli pesawat pribadi bang he…he..