Uhh, Semenjak punya hobi baru nonton CSI, saya jadi sering mimpi buruk yang aneh-aneh. Mulai dari mimpi dikejar-kejar setan berwujud Suzanna, sampai mimpi dikejar-kejar gerombolan PKI [wew, CSI bikin memori buruk zaman SD dulu soal PKI dan filmnya “G/30 S PKI” muncul lagi. Sungguh, ga ada film yang lebih horror dari film itu waktu zaman SD dulu. Herannya guru-guru saya dulu anteng banget selalu minta resume film itu tiap hari kesaktian pancasila, tanpa peduli betapa scary-nya film itu untuk anak SD seperti saya].
Jadilah saya menjadi paranoid tiap kali habis nonton CSI, jadi susah tidur dan lebih banyak merokok, huhu…walaupun sebenarnya CSI tuh ga horror-horror bgt, seru malah. Cuman adegan otopsi mayat yang jadi salah satu “sajian utama” di setiap episode-nya itu yang agak sedikit mengganggu saya,hiiihh….saya ga suka mayat pucat setengah beku di ruang otopsi, apalagi yang berdarah-darah gitu, belum ruang otopsi-nya yang selalu kurang cahaya! Huahh…itu sebabnya saya ga pernah bercita-cita jadi dokter!.
Segera matikan tivi dan pergi tidur saja nak! Hahaha..
***
Televisi, Kotak ajaib yang sekarang menjadi semakin ajaib dengan bersimbiosis dengan inang baru berupa handphone, hehe… Sudah sering saya mendengar keburukan tentang benda ini. Mulai dari tulisan ilmiah para scientist, sampai celoteh punker yang menyatakan tivi adalah pembodohan karena dia seorang anti-sinetronisme [ saya rasa si punker ini ga pernah nonton national geographic ato TPI waktu masih benar-benar menjadi “Televisi Pendidikan Indonesia” ^_^]
Well, kenapa banyak opini negatif tentang salah satu “anugerah” Tuhan di bidang tekhnologi ini dari pada opini positifnya? Terus terang saya bukan orang yang meng-amin-kan opini-opini negatif itu. Terutama opini yang saklak menjudge tivi adalah benda jahat jelmaan iblis yang mesti dihancurkan, dengan penilaian hanya berdasarkan analisa subjektif tentang beberapa program acara bermutu rendah, yang dari segi entertain pun sama sekali tidak menghibur. Hell no! Tivi tidak seburuk itu!!!
Jangan salahkan tivi kalo orang serumah anda begitu tergila-gila dengan-nya gara-gara sinetron, infotainment, crime news, telenovela (sekarang ga trend lagi yah? saya jadi ke ingat zaman Maria Marcedez ma Rosalinda dulu,fufufu..), ato semua acara yang memang pada dasarnya ada karena dibuat oleh orang-orang broadcast (istilah-nya tepat aja kan?) hanya untuk menaikan rating televisinya dan menambah saldo direkeningnya.
Karena pada dasarnya, tivi hanya melakukan fungsinya sebagai media informasi. Sama dengan media informasi lainnya seperti buku, majalah, koran, radio, internet dan lain sebagainya. Toh dalam 24 jam tivi ga selalu di isi dengan acara-acara sampah itu juga. Masih banyak program acara yang mempunyai bobot lumayan ato bagus untuk mendidik atau sekedar menghibur.
Em, pernahkah anda bangun dan menyalakan televisi di jam-jam antara habis sholat subuh dan matahari terbit? Dimana seringkali acara-acara penyejuk rohani diputar? Well, kalo anda adalah seorang yang cukup pintar untuk memilah baik dan buruk tentu anda setuju kalo televisi ikut andil dalam perbaikan moral manusia. Dan tentu saja, ada banyak lagi program acara yang sama bagusnya dengan acara-acara rohani itu jika anda amati dengan jeli.
Seorang teman pernah beragumen kalo sebenarnya acara-acara “bagus” itu juga termasuk sebuah pembodohan, karena pada dasarnya semua itu cuma akal-akalan orang-orang broadcast tadi biar tivinya tetap ada yang nonton selama 24 jam, biar dia tetap bisa menayangkan commercial break dan terus menambah saldo rekening bank-nya. Aduhh….kenapa kita jadi mesti begitu bodoh memikirkan rezeki orang sih!? Biarkan Tuhan yang mengatur rezeki, kita cukup memilah acara tivi yang bermanfaat ato ga buat kita! Cukup!
Kalo anda berfikiran seperti itu lebih baik anda membuang tivi, buku, majalah, dan semua bentuk media informasi yang anda punya saat ini, dan hidup menyepi di gunung!. Hehe….
Jadi, pada dasarnya, kebaikan dan keburukan televisi itu adalah sesuatu yang relatif tergantung bagaimana kita menyikapinya. Jika kita cukup pintar untuk menyadari kalo duduk terlalu lama di depan televisi bisa berakibat buruk bagi kesehatan (terutama bagian pinggang saya rasa, fufuffufu :-p), kita tentu tau harus bagaimana.
Ato kita tidak mau merasa bodoh dengan nonton acara-acara “sampah” yang menjijikan itu, cukup matikan saja televisinya, cukup bijak kan? Dan kita terlihat jadi cukup cerdas, haha….
So, Tivi bukanlah jelmaan iblis yang jahat kalo kita tau cara memanfaatkannya dengan benar. Adalah sesuatu yang bijak bila menghentikan pembodohan oleh televisi bukan dengan cara mengasingkannya, tetapi menjadikannya sesuatu yang bermanfaat.
***
Uhh….saya rasa terlalu addict nonton CSI ga baik buat saya.
menurut peneliti jerman, tembakan2 spektrum cahaya tipi akan tetap membekas pada mata dan tertinggal pada bagian memori otak kita, jadi meski kita tidur, gambar2 itu akan tetap bergerak. (sebenarnya ditulis dalam bahasa ilmiah, tapi aku gak apal) pada anak-anak, hal itu akan menghambat pertumbuhan sekian miliar jaringan kecerdasan pada otak. seperti hardis, yang kita erase tapi impuls2 elektromagnetik akan tetap stay. tau deh.. aku sih gak punya tipi di rumah. jadi banyak waktu buat baca.
Hhahaaaa….
Saya juga gila CSI. Dan memang benar sih, awal2nya kalo udah nonton CSI pasti kebawa mimpi, itu karena kita begitu serius nontonnya sampe kebawa di memory. Tp lama2 klo udah biasa nonton, gak akan sampe mimpi buruk lg, cuma kita pasti ingat klo disuruh membahas nya :D.
CSI emg top daaahhhh
Asalamualaikum.
PrisonBreak dah mau tamat, lost taon depan, heroes ga jelas, wadoh nonton apa yak
Temukan Cara bagaimana Menambah penghasilan dari website anda bersama ads.kombes.com.
Tayangkan Iklan Banner/Teks yang relevan sesuai dengan konten situs anda.
Dapatkan penghasilan dari setiap klik iklan (60% untuk anda) oleh pengunjung melalui situs anda.
Sistem Penyaring Iklan memungkinkan anda untuk menolak iklan dari pesaing situs anda.
Anda dapat menampilkan iklan pada web/blog serta mesin pencari. Anda dapat memasang unit iklan kami bersama-sama dengan program iklan lainnya.
sekarang lebih sering didepan komputer dari pada di depan TV.
belakangan lebih parah lagi udah gak sempet ngapa2in.. Lebih sering di depan si kecil :D
"sekarang lebih sering didepan komputer dari pada di depan TV.
belakangan lebih parah lagi udah gak sempet ngapa2in.. Lebih sering di depan si kecil :D"
wakakaka….ngiri gw, pengen euh punya bayi, hehe