Pohon itu berdiri ringkih sendirian di tengah air kecoklatan, batang bawahnya tampak hangus terbakar, daunnya yang tinggal sedikit tampak menunggu waktu untuk layu dan jatuh, sebagai daun terakhir dari sebuah tanda kehidupan yang mulai terlupakan.
Pohon itu tampak ringkih sendirian, mengenang betapa eloknya dirinya di waktu-waktu yang telah berlalu, hari-hari yang telupakan oleh teman-teman kecilnya di masa lalu.
Pohon itu berdiri ringkih sendirian, pohon rindang dari kumpulan yang terbuang…
[suatu hari di “mantan” hutan dekat desa gw]

***
A long time a go, liburan di desa kelahiran gw adalah hari-hari menyenangkan tiada habisnya. Bermain bersama sepupu-sepupu kecil gw, gosong terbakar sinar matahari, kulit yang bersisik akibat kelewat sering berendam di air rawa yang mirip coke [sampai-sampai gw percaya aja waktu bro gw bilang coca cola tu dibikin dari air rawa itu, trus dikasih gula ma soda,beuhh…], dikejar-mengejar monyet yang berebut territorial versus gw dan sepupu-sepupu gw di daerah yang di klaim sebagai kebun punya kakek, mancing ikan-ikan berlendir-amis dengan umpan cacing ato larva semut…
Dan semua kebodohan anak kecil di yang diasingkan orang tuanya selama liburan panjang di akhir tahun ajaran di tempat yang sampai sekarang masih langka listrik dan tekhnologi maju itu.
Adalah hutan kecil di pinggir desa, hutan lebat angker dengan pohon-pohon besar layaknya hutan gelap Fangorn di cerita Lord Of The Rings, hutan yang tampak hidup dan berdenyut [mungkin saja memang ada para ent yang hidup di dalamnya, who’s know that…]. Hutan itu adalah satu-satunya tempat yang ga boleh gw datangin di desa itu, konon katanya ada seorang kerabat yang meninggal gantung diri di salah satu pohon di tengah hutan itu [ entah bener ato ga, tapi cerita itu sukses bikin gw ga berani masuk hutan itu walo ga di pasangin police line…].
Hutan misterius yang selalu gw pandangin di sore hari sambil menunggu generator besar punya kakek di hidupin buat nyuplai listrik di rumah. Hutan dengan pohon-pohon besar yang berdaun lebat dan suara-suara makhluk aneh yang hidup di dalamnya.
Sebuah keajaiban di pinggiran hutan Kalimantan yang konon katanya adalah paru-paru dunia.
Awal tahun 2000 an [ kalo gw ga salah ya…] berita di tivi tiap pagi adalah soal kebakaran hutan di Kalimantan yang lagi happening banget, kemarau yang kelewat panjang akibat dari perubahan iklim yang konon katanya ada hubungannya ma rusaknya lapisan ozon yang disebabin global warming adalah salah satu penyebab massif-nya kebakaran itu, selaen kebiasaan pembukaan ladang dengan cara membakar hutan oleh penduduk setempat dan berbagai kepentingan laennya…ehmm…ehm…uhuk. [ I don’t know…gw ngerasa itu lebih spesifik adalah awal dari tegoran Tuhan yang berkepanjangan untuk orang-orang yang hidup begitu sekuler dan tidak mengindahkan aturan-aturannya yang ternyata, terbukti sangat efektif dan efisien dalam fungsinya menjaga ekosistem dan kestabilan alam, ingat hadist ( untuk yang muslim neh ) yang artinya kira-kira gini “Kebersihan adalah sebagian dari pada iman” ? kebayang ga efeknya gimana kalo kita amalin dengan benar seperti membuang dan mengelola sampah pada tempatnya?].
Em, menurut berita-berita di tivi tadi, kebakaran massif itu, yang asapnya sampai bikin kalang kabut negara “fuck” tetangga itu udah ngabisin berapa persen [ ini gw juga lupa, silakan googling deh kalo mo tau rinciannya.hehe…] dari sekian luas hutan hujan tropis di Kalimantan (sekali lagi selaen berbagai macam kepentingan-kepentingan segelintir orang tentunya).
Akibat kebakaran hebat dan ehmm…berbagai kepentingan tadi itu, ekosistem hutan rawa tempat habitatnya berbagai satwa tropis yang udah berjalan ribuan tahun di bumi Kalimantan juga ikut terganggu, termasuk ekosistem di hutan dekat desa gw yang apes jadi salah satu korbannya.
***

Hari ini gw kembali berdiri di pinggiran hutan itu [ liat fotonya tuh!!!! Gw sok-sok merenung sambil pegangin akar pohon yang tumbang gitu! Gelooo…akarnya gede banget! Kalo orang “j***” tau pasti udah dibikin meja-meja sok eksotis buat di ekspor tuh.huhu ].
Well, baru sekarang gw ngeliat (live) efek dari kebakaran hutan itu di tempat yang dulu sekali adalah bagian dari hidup gw. Hutan yang dulu lebat dan horror itu kini berobah jadi hamparan padang luas dengan sisa-sisa dari pohon-pohon besar yang terbakar mencuat dimana-mana. Tanah humus-lembab kehitaman yang dulunya adalah pijakan dari akar-akar pohon besar itu kini tergenang air kecoklatan, air rawa dan sungai kini menjadi tamu tetap tempat itu semenjak pohon-pohon besar itu tidak lagi menjaganya. Bahkan menurut beberapa anak yang kebetulan lagi maen di sekitar situ sekarang sudah ga ada lagi monyet-monyet rival sejati gw yang dulunya tinggal di situ, bermigrasi entah kemana.
Ekosistem yang terbentuk ratusan tahun itu kini hanya menjadi penggalan kisah janggal yang didengar menjadi dongeng anak-anak sekarang, seperti sebatang pohon yang tersisa menunggu ajal, gw pun ngerasa kehilangan bagian dari masa kecil gw, ga ada lagi dongeng horror kaya di film Suzzana soal kerabat yang tewas gantung diri, ga ada lagi lelucon konyol soal “pabrik” coca cola yang bisa gw cerita in ke anak bodoh seperti bro gw ma gw dulu.
Sepenggal cerita masa kecil yang hilang, sebuah hutan yang hilang, sebuah harapan yang hilang untuk orang-orang dimasa depan.
“Seperti gw yang bingung mo cerita apa ke anak-anak gw nanti kalo ditanya mereka soal masa kecil gw, sebingung itu juga bumi jika ditanya apa yang dia bisa berikan untuk masa kecil dan masa depan anak-anak gw kelak”
Re green. Save the forest for the earth, for the children
Green technology, beli produk2 yang green, sudah membantu kan…
wah itu pohon kok tinggal batangnya :D
go green indonesia…
Saya blm pernah ke Kalimantan, pengen suatu saat nanti libur ke salah 1 kota disana.
Saya jd inget ms kecil dulu jg suka ditakut-2in ini itu tp herannya kok kita wkt itu gpg percaya ya hehehe..
Klo skrg cerita pabrik coca cola itu dipakai utk anak-2 kota percaya ga ya?
saves forest we to mean you to save our earth
wah komenku ternyata masuk ya.
td malam dari BB kok katanya error… ternyata masuk jg :D
pindah kan mode hibernate jika laptop kamu jika tidak dipake