Kita berbicara tentang aku pribadi yang tak pernah kuungkap. Pribadi yang kuselubungi dengan berbagai hal yang tak pasti. Pribadi yang menghilang namun akan selalu kembali menjadi apa yang semestinya. Aku bukan seorang yang benar bukan pula pribadi yang menjanjikan. Aku bukan pria jujur namun bukan dengan tujuan kulakukan semua. Aku orang yang selalu merasa tak beruntung saat orang yang mendekat dan tahu bahwa yang kudapat adalah suatu anugerah. Aku bukan orang yang selalu menghargai, namun aku berusaha menilai apa yang terbaik bagiku. Aku suka akan hal besar yang mengiringku, namun terkadang meremehkan hal kecil yang senantiasa berada disampingku, hingga pada suatu saat aku meresakan hal kecilku menghilang.
Aku bukan orang yang pantas namun aku berusaha untuk menjadi lebih layak. Aku bukanlah orang yang sempurna karena topeng kehidupanku yang tak ada. Aku ingin jadi diriku ambisiku terlalu tinggi walau kusadari kemampuanku tak ada. Hasratku membumbung walau hanya sejengkal saja. Aku menyimpan segala hal yang tak berharga karena hal biasa itu merupakan anugerah padaku. Aku berusaha lebih baik dan makin baik tapi takkan pernah sempurna. Aku adalah misteri bagi diriku yang terkadang tak kupahami logika dan arahnya. Aku selalu menatap kedalam tampilan luar hanyalah ilusi saja wahana yang tak begitu indah. Aku mengagumi keindahan keindahan alami yang tak berdosa anugerah yang paling mulia.
Aku adalah orang yang sadar, sadar bahwa hal bodoh yang kujalani sia-sia, sadar bahwa hidupku masih terlalu lama untuk mati pada saat ini. Aku tak hargai diriku aku pergi dalam anganku sendiri. Aku sering terbangun dalam lamunku menatap duniaku yang luas namun sempit kurasa membiarkan diriku jatuh gila….. Aku sadari aku hilang. Aku terkadang dibukakan mata tentang kehidupan yang lebih luas dimana pandangku tak hanya sekilas saja namun berputar dan kembali ketempat semula, perjalanan panjang yang tak kulihat dan kusadari itu ada. Aku terlalu serakah. Aku inginkan semua impiku terlalu tinggi. Aku tak pernah memandang suksesku adalah keberhasilan singkat yang kucapai untukku itu adalah hasil dedikasiku. Hasil dari keringat yang kucapai dengan deritaku.
Dalam diam aku bisa berpikir, dalam hening aku memandang, dalam gelap aku mendengar. Aku selalu ingin berubah dengan jalanku sendiri, dengan kakiku sendiri dengan gayaku sendiri. Aku tak mau kalah, aku adalah lambang dari keegoisan manusia. Aku tak mau hilang tanpa jejak. Aku akan berpikir keras menutupi bahkan merebut kembali bukan dengan jalan yang kasar maupun menghancurkan (self destruction) adalah tujuan utamaku. Kekejaman adalah niatku yang terdalam kekejian mungkin hasrat yang tak pernah terwujud, namun yang kutau aku bisa menjadi siapapun yang aku mau.
Aku bias, aku selalu yakin bisa kemampuanku, memang tak seberapa. Aku lah penguasa, aku lah raja. Ini bukan lagu lama hanya niat dan impiku yang kocoba wujudkan jadi nyata. Aku ingin segalanya aku tak ingin kaya…. Aku hanya ingin berkuasa…. Karena… Aku penguasa…..