Dia…..
ceritanya sih hampir mirip dengan masa lalu….
bedanya dulu tak pernah kuharapkan dia datang…
tak terbersit untuk menantinya
tak kupikirkan kehadirannya…….
kali ini…
hampir sama besarnya gelora ini
bedanya dia lah yang kuundang untuk datang
dengan jarak yang jauh dipelupuk mata
dia datang dengan anggunnya
dengan khasnya yang biasa kudengar
sapa dan tawa serta keluhannya
tak jauh berbeda
entahlah…
aku tak pernah berusaha membandingkannya
dia bukanlah pribadi yang sama
sungguh jauh berbeda
kali ini dia menjadi sangat istimewa
bukan karena dia yang terindah
bukan karena dia mempesona
bukan….
dia datang….
dia ada…
dia sungguh ada saat aku mencapainya….
dia melihatnya…..
dia mendorongku dengan keras saatku diam
dia memaksaku untuk maju
dia ………
hanya dia…….
sekilas tak berarti apapun
yang mengetarkanku adalah saat dia disana
dia saksi akan berdirinya aku
tatapannya menusukku
wajahnya berbicara tanpa banyak bahasa
dia lakukan apa yang kumau
tanpa pernah berikanku harapan
dia lah kebingunganku saat ini
dia….
seperti apa yang slalu kunantikan… kuinginkan..
dia…
melihatku apa adanya……
saat ku tak sempurna….
dia bukakan pintu hatiku yang lama tak bisa
percayakan cinta
hingga dia disini
temani cintaku harapan…….
tanpa buang kata kau curi hatiku
dia tunjukkan dengan tulus cintanya
terasa berbeda saat bersamanya
aku ***** *****……
aku tak mengharapkan mu seperti apa yang kumau….
aku cukup melihatnya saja dan menikmati rumitnya rasa ini….
saat duniamu kembali menyapa hariku yang sepi ini…
met datang Dunia……