Tidak mudah menciptakan merek untuk sebuah produk. Merek harus bisa mempresentasikan secara keseluruhan produk yang akan ditawarkan. Merek yang baik adalah merek yang mengingatkan atribut-atribut tertentu, manfaat, nilai, bidaya, kepribadian, dan pemakainya itu sendiri. Selain itu, pengembangan produk yang mempunyai nama merek memerlukan investasi yang bersifat jangka panjang, biasanya pengeluaran terbesar dialokasikan untuk iklan dan kegiatan promosi.
Speedy merupakan salah satu merek yang menurut kami termasuk dalam pemberian merek yang baik. Setiap orang yang mendengar pertama kali merek Speedy, pasti akan membayangkan sesuatu yang cepat atau produk yang mengutamakan kecepatan. Hal ini yang biasa disebut top of mind dalam positioning produk di masyarakat. Speedy efektif mendapatkan manfaat dari menggelontorkan biaya promosi dan iklan yang telah yang tidak sehingga mereka bisa tetap dikenal masyarakat walaupun mereka sendiri belum pernah mencobanya.
Speedy sendiri merupakan produk akses internet berkecepatan tinggi yang kecepatannya mencapai 1 Mbps berbasis ADSL. Sebuah evolusi dari koneksi dial-up telepon yang kecepatannya maksimalnya mentok di 56 Kbps, walaupun sama-sama menggunakan jaringan telepon kabel untuk mentransmisikan data. Keunggulan koneksi ADSL terletak pada kecepatan downstream yang bisa berlipat-lipat. Untuk bisa menerima data dari internet diperlukan yang namanya modem ADSL. Berbeda dengan koneksi dial-up yang ketika digunakan akan kita tidak dapat ditelepon dan menelepon, dengan modem ADSL kita dapat berinternet ria tanpa harus menanggalkan fungsi utama sebuah telepon yaitu layanan suara.
Lini produk Speedy terdiri dari 5 yaitu: Speedy Office, Speedy Warnet, Speedy Personal, Speedy Professional, dan Speedy Time Based. Semua lini mengalami modernisasi kecepatan menjadi 1 Mbps. Walaupun begitu, pelanggan tidak terdorong untuk bermigrasi ke unit produk yang bernilai lebih tinggi dan berharga lebih tinggi, karena lini produk yang dibuat.
Di sisi pemakai, Speedy bisa diibaratkan sebagai roh yang menghidupkan kembali usaha-usaha warnet yang sempat mati suri di Banjarmasin dan sekitarnya. Usaha warnet memang sempat booming di akhir 90-an tapi kemudian satu-persatu warnet mulai gulung tikar karena mahal biaya operasional yang komponen terbesarnya adalah untuk membayar koneksi v-sat. Kehadiran Speedy bisa menawarkan keuntungan dengan biaya operasional yang kompetitif bagi pengusaha warnet. Tidak mengherankan sebagian besar koneksi warnet di kota ini dipasok oleh Speedy. Jika Speedy bisa mempertahankan kualitas layanannya maka loyalitas pelanggan jenis tetap akan tinggi.
Secara keseluruhan lini produk Speedy dalam siklus daur hidup produk saat ini masih berada di masa pertumbuhan. Hanya saja, untuk produk Speedy Personal, pertumbuhannya agak tersendat. Selain masih kurangnya edukasi tentang pentingnya internet, melalui survei kecil-kecilan terhadap para pelanggan Speedy Personal, terungkap bahwa keunggulan performa yang dalam hal ini kecepatan koneksi, dinilai sudah memuaskan. Sedangkan, pelanggan memandang perlu meningkatkan layanan pelanggan terutama respon penanganan gangguan dan tagihan yang tidak sesuai pemakaian. Malah, ada sebagian pelanggan mengeluhkan lambannya proses pasang baru Speedy di rumah mereka. Mereka juga mematok harapan baru yang belum terpenuhi yaitu keinginan mendapatkan layanan yang lebih murah lagi untuk bisa menikmati koneksi tanpa batas waktu dan jumlah data (unlimited quota). Mereka enggan beralih ke Speedy Professional karena biaya langganan yang dirasa memberatkan. Memang akurasi survei ini perlu diuji kembali dengan jumlah responden yang lebih besar lagi. Setidaknya dari hasil ini bisa menggambarkan sebagian kecil kepuasan dan harapan para pelanggan Speedy.
Pelanggan rumahan tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam dunia marketing, pelanggan yang puas bisa menjadi representatif perusahaan menyampaikan 1 kebaikan kepada orang lain dengan beigut manisnya baikan bisikan malaikat. Sedangkan, pelanggan yang tidak puas lidahnya bagai ular berbisa yang bisa menyampaikan 10 keburukan kepada orang lain. Mempertahankan loyalitas pelanggan jenis ini yang sulit. Mereka mudah dan cepat sekali berpindah ke kompetitor lain.
DSL v Kabel
Sampai saat ini, Speedy memang tanpa pesaing untuk layanan ADSL. Tetapi pesaing terberat mereka datang dari layanan koneksi internet berbasis kabel. Biasa layanan ini diberikan oleh penyedia televisi kabel sebagai fitur tambahan. Target market (pasar sasaran) mereka adalah pelanggan rumahan yang sudah menjadi captive market layanan televisi kabel. Tentu kita tahu perkembangan layanan televisi kabel Indonesia juga mulai menggurita terutama di kota-kota besar. Tidak bisa dipungkiri masyarakat Indonesia dalam membelanjakan uang mereka untuk teknologi. Buat apa beli satu tapi cuma dapat satu manfaat, lebih baik beli satu tapi bisa dapat 2 atau lebih manfaat?! Beitulah kira-kira pola pikir masyarakat Indonesia.
Kalau harus membandingkan kecepatan koneksi pun dua-duanya, DSL maupun Kabel sama cepat dan kompetitif dalam hal biaya. Dalam beberapa hal bisa diukur dengan mempertimbangkan beberapa faktor:
Bagaimana Memenangkan Hati Pelanggan
Ada beberapa hal yang bisa menjadi perhatian agar Speedy dapat memenangkan pertarungannya melawan ’saudaranya’ koneksi internet berkecepatan tinggi berbasis kabel. Diantaranya:
Seiringi perkembangan teknologi, persaingan penyedia jasa internet dalam fase produk yang dikembangkan (augmented product). Perusahaan harus melihat pada keseluruhan sistem pemakaian pelanggan. Di fase ini pula pengembangan tersebut membutuhkan biaya yang besar. Manfaat yang ditambahakan harus bisa menjadi manfaat yang diharapkan. Walaupun tidak ada kepuasan yang absolut, tetap saja untuk bisa memenangkan hati pelanggan, satu-satunya cara kita perlu memuaskan mereka. Kepuasan hanya bisa dicapai apabila kepuasan melebihi harapan pelanggan.
Posted for Speedy Competition @ Duta Mall Banjarmasin
Advertorial post, already 68% contaminated.
@dian
mang telemarketing ngga jalan lagi ya? biasanya sech yg efektif lewat telemarketing itu, nelponin pelanggan yg emang tagihan telkomnet instannya bengkak spy pindah ke speedy.
wah… pinter2 orang indonesia, sampai2 mengedepankan idealismenya sendiri. sehingga banyak yang menjadi marah atau sakit hati akibat persoalan tersebut. Speedy, bener juga langsung teringat sama internet yang MEMPUNYAI KECEPATAN yang tinggi. Marketing Juga harus menegdepankan faktor humanity-nya, so jangan Lupa Speedy harus mempunyai program CSR-nya.
AHHHH KAYA YG IYA AZA… ORANG SPEEDY LAG TERUS MO SIANG MO MALAM.. MANA SERING DISCONNECTED LG….
ASSHOLE BGT DAH SPEEDY
Jelek lo speedy kaya yg bgs aza.. kapok gw pake speedy… "speed we can trust" WAE!!!! SLOWLY aja tuh ganti namanya
kalau sy sih sejauh ini Speedy msh oke, tapi memang kebetulan belum dpt kesempatan ngetes yg punya provider lain sih