

Pemerintah memberi sinyal bahwa penaikan harga BBM bersubsidi akan dilakukan. Banyak pengamat maupun sumber yang diprediksikan klo penaikan ini akan dilakukan awal bulan depan, tepatnya 1 Juni 2008. 3 kali sehari berita teve nasional membombardir berita ini tiap pagi, petang, dan malam. Lihatlah hasil, semua pengguna kendaraaan bermotor jadi paranoid. Belum lagi 1 Juni mereka sudah berbondong-bondong ngisi motor maupun mobil mereka minta tangki kendaraan mereka diisi penuh. Angkot pun sebagai transportasi umum berbahan bakar premium bersubsidi, mulai melakukan penaikan tarif Rp500. Masyarakat sedang panik! Semua ini gara-gara harga minyak mentah dunia yang melonjak ke kisaran 120 USD per barel. Ada kemungkinan pula akan terus merangkak naik sampai menyentuh 200 USD akhir taon nanti.
Dalam acara Today’s Dialogue malam tadi di Metro TV. Muncul 3 opsi, mengatasi defisit APBN yang secara langsung mengalami dampak penaikan minyak mentah dunia.
Dua narasumber yang terang-terangan malah menolak ketiga opsi tadi, tapi menyodorkan program yang tidak jelas kepada Pemerintah. Kita ini perlu yang pasti-pasti ajah. Bukannya mendukung Pemerintah, malah bikin Pemerintah saat ini puyeng saja. Mo ke kiri salah, mo ke kanan salah, apalagi mo maju. Klo gue sebagai oang awam, lebih setuju klo Pemerintah mengambil opsi kombinasi penaikkan harga BBM bersubsidi (klo perlu dicabut saja)dan meluncurkan kartu kendali untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Tidak perlu bicara angka-angka. Yang penting tidak perlu repot mengawasi.
Penaikkan harga BBM bersubsidi harus dilakukan saat ini juga (kapan lagi!). Kisarannya klo perlu 30% ato maksimum dengan mencabut subsidi BBM. Apabila persentase penaikan ini jauh lebih rendah toh taon depan pasti Pemerintah akan kelimpung juga klo harga minyah mentah dunia menyentuh level 200 USD per barel. Bagai bom waktu, persentase penaikan akan terus bertambah melebihi 50%! Minyak mentah dari bahan bakar fosil yang tidak tergantikan ini akan terus merangkak naik. Seiring menipisnya cadangan minyak mentah para produsen. Sedangkan setiap harinya jumlah kendaraan bermotor di Indonesia semakin meningkat saja. Jalan-jalan jadi tambah lebar karna penuh sesak kendaraan pribadi. Rupanya rakyat Indonesia banyak yang semakin kaya. Lebih baik Pemerintah mulai mempersiapkan bahan bakar alternatif agar bisa diproduksi secara massal tapi tidak bersubsidi.
Kartu kendali untuk pembelian BBM bersubsidi hanya diperuntukkan buat transportasi umum (tidak termasuk ojek dan taksi) dan angkutan sembako antar provinsi. Mengontrol dan mengawasi angkutan berplat kuning tidak terlalu sulit bukan dibanding harus mengontrol semua kendaraan bermotor. Diharapkan masyarakat beralih ke transportasi umum dibanding menggunakan kendaraan pribadi, karna tarifnya murah dibanding ongkos yang harus dikeluarkan klo menggunakan kendaraan pribadi. Truk-truk yang mengangkut sembako juga layak mendapatkan subsidi BBM untuk mencegah melambungnya harga-harga kebutuhan pokok. Bisa pula diperluas untuk mensubsidi perahu motor para nelayan. Yang penting kebutuhan dasar manusia itu bisa terpenuhi dan terjangkau.
Ngga perlu ada BLT seperti taon 2005. Rp100.000 ato lebih duit BLT, pada kenyataannya bukan bikin orang jadi produktif malah konsumtif. Duit sebesar itu pasti akan habis lagi untuk membeli sesuatu bukan jadi modal kerja. Lebih baik anggarannya digunakan bikin apa kek yang penting bisa menyerap banyak tenaga kerja. Yang terpenting bagi masyarakat itu bisa bekerja menaikkan pendapatan tiap bulan mereka. Dengan sendirinya
Gue heran di Indonesia ini rupanya sudah terjadi pergeseran kebutuhan akan kendaraan pribadi. Mungkin puluhan taon yang lalu, kendaraan pribadi termasuk kebutuhan tersier, sekarang bergeser sudah bergeser menjadi kebutuhan sekunder bahkan kebutuhan primer setiap orang! Klo begini sech susah mengkategorikan seseorang itu orang kaya ato bukan. Sekarang ini pengkategorikan seseorang itu kaya ato bukan diukur dari banyak kendaraan pribadi yang dimiliki. Klo cuma satu masih masuk kategori belum kaya. Padahal harga sepeda motor terbaru saja sudah puluhan juta loh… Tapi permintaannya tetap tinggi (walaupun kebanyakan dari kredit). Klo begini ujung-ujung BBM bersubsidi akan selalu dinikmati orang-orang tidak tepat.
Apapun kebijakan Pemerintah sudah patut kita dukung. Siapapun Presidennya, penaikkan harga BBM bersubsidi pasti terjadi. Memang penaikan harga BBM bukan kebijakan populis dari sisi politik. Tapi dalam ekonomi tidak ada tuh populer ato tidak populer. Jangan lagi ada disparitas harga BBM bersubsidi dan harga BBM industri. Jadi ngga perlu repot lagi mengawasi BBM bersubsidi dari penyelewengan banyak spekulan yang super tega dan super ego.
iya.. tadi malem saya nonton juga tuh di metro tv, di jaktv juga ada yang bahas ini, di perpektif wimar witoelar di antv juga dibahas dengan bintang tamu menteri ekonomi, disitu (perspektif) pemerintah harus mengorbankan BBM, maksudnya kalo BBM ga dinaikkan, pemerintah harus mengeluarkan budget lagi buat subsidi BBM. tapi ga tau juga deh..
btw nyambung ga ya :D hihihihii
Apalagi Indonesia akan keluar dari OPEC. Jadi tidak bisa dikatakan penghasil minyak lagi :(
Kalo aku pribadi sih setuju BBM naik. Soalnya kalo gak ntar APBNnya bisa jebol. Negara bisa bangkrut. Apalagi BBM subsidi banyak disalahgunakan oleh pihak pabrik, dan juga dieksport.
Sy setuju bbm dinaikkan. Pemerintah memang hrs tepat menentukan apa yg harus disubsidi..
ih liat skrinsutnya jadi panas…..
ngapain coba tu orang…beli ya mbok secukupnya aja
sbg ex-mahasiswa, heran koq mahasiswa skrg msh getol demo, bolos kuliah, dan teriak2 minta tuntutan, yg kalo q baca bbrp poin2 permintaan mereka “gak masuk akal”. mending balik ke kmps, bljr yg bener, lulus cepet dan kontribusi, terjun langsung ke lapangan.
dl prnh ikt ginian wkt jmn kul, skdr ingin tau ngapin aja mrk wkt demo, lha ada yg main kartu, gaplek, rokok, pacaran .. mungkin niatnya sih skdr ikut2an dan ingin bolos kuliah kalee yah .. hehe
:p wah indonesia semakin hebat aja ne sampai sampai bbm aja naik…wah kapan tuh bbm jadi 10000 rupiah ooooo…. atau malah 20000 rupiah wah gile bener…..harusnya tuh rumah para pejabat dijual aja bear bisa buat ngasih makan para anak terlantar……katanya anak terlantar dipelihara oleh negara tapi oq gtuuuuuuuu ya!!!!gila tuh pak presiden kata pak Jusuf kala kalo kita demo berarti membantu para orang kaya! tapi yang bener aja kita demo itu untuk kepentingan rakyat kecil……hei pak presiden tolong dengar donk keluh kesah kami dunkkkkkkk!!!!!BBM naek itu emangnya ga bedampak buruk sama keadaan kita apa???buat apa sih puluhan triliun untuk membuat rumah?emangnya pejabat ga bisa hidup apa klo ga pake rumah yang gedeeeeee…………lebuih baik punya rumah yang tipenya 21 kek…..tapi kan negaranya ga dipandang ama negara lain keree…….SBY….SBY janji mu endi????ndobolan……. ayoooooooooooopak president melu sekolah wae meneh men ora mikir negoro………………. 8)
:p
=( 