Ujian Nasional baru aja berakhir. Ada yang menangis karna ngga bisa ngejawab soal-soal yang sulit, ada yang kalangkabut karna soal/lembar jawaban kurang/rusak. Disisi lain adapula pihak yang harus dibikin repot untuk mengamankan lembar-lembaran tersebut, sebelum didistribusikan ke masing-masing sekolah yaitu: Polisi! Dimasa kini ternyata polisi harus kerja menangani kasus-kasus kriminal tapi dapet job tambahan mengawal setiap pergerakan soal UN. Layaknya peti uang saja. Kemudian ada tugas lain dari markas para aparat berseragam cokelat ini. Menyediakanj asa penitipan!
Aneh memang tapi memang terjadi di negeri kita. Tiap tahunnya selain standar kelulusan yang semakin dinaikkan, standar pengamanan juga semakin ditingkatkan. Dari penggandaan soal sampe pendistribusian ke masing-masing Polsek, semuanya diawasi dengan ketat nleh pihak kepolisian. Mobil box saja yang mengantarkan soal mendapat pengawalan PJR seperti tamu istimewa. Sampe-sampe gudang yang ada di Mapolsek, pintu & jendelanya dipaku mati!
Kemudian di hari H-nya ada alur pengambilan dan pengembalian soal UN, seperti dikutip dari Banjarmasin Post:
Ribetnya alur yang musti ditempuh yah. Ternyata semakin tahun semakin rendah tingkat kepercayaan Departemen Pendidikan Nasional terhadap institusi di bawah mereka. Bahkan mereka tidak lagi percaya kepada para guru pengawas untuk memegang soal UN. Karna, dikhawatirkan sang pengawas membantu siswa menjawabkan soal UN. Mo sampe kapan yah rasa ketidakpercayaan terhadap bawahan ini berlangsung. Bisa-bisa tahun depan pelaksanaan UN pindah ke Polsek…
Ilustrasi: Smansa Cepu