Kemarin aku lihat keterpurukannya. Kejatuhannya. Aku dulu mengenalnya dengan baik. Dia orang yang hebat dan kuat. Bukan dalam artian secara harfiah tentunya. Menurutku dia seseorang yang sudah mendapatkan segala yang diimpikannya. Segala yang diinginkan orang lain dimasanya. Rak semua orang bisa jadi sepertinya.
Dia orang yang pintar memadukan ketrampilan dan gaya kepemimpinan yang sempurna. Dia belum pernah terpuruk. Segala hal yang akan menimpa dirinya dipersiapkan dengan sangat baik dan rapi serta teratur. Dia cekatan dan bisa menjadi orang lain dalam waktu yang singkat. Bukan berarti dia plin-plan namun penyesuaian lah yang dilakukan.
Lama kukenal dia sebaik aku mengenal diriku. Sekilas tak ada hidup yang pasti dijalaninya. Namun ditangannya lah kepercayaan dan loyalitas tinggi berada dipuncaknya. Gaya bicara, dan keyakinannya lah yang buat orang percaya dia lah pemimipin utama. Aku lihat dia disana Berdiri sendiri diantara banyaknya manusia. Sungguh…… Dialah pemimipinku yang sejati. Ditangannya aku percaya akan nasib yang dijalaninya.
Aku bukanlah tipe orang yang percaya dengan gamblang sesuatu yang tak masuk akal dan logika. Namun disisinya segala hal dibuat seolah terang dan tampak nyata. Walaupun sekilas hanyalah sebuah fatamorgana saja. Gila…… Orang ini lah yang kucari dalam hidupku. Panutan langkahku….. Kegembiraan yang ada dalam dirinya tak memudarkan pesona dan kreativitasnya.
Namun tragis……… Pilihan hidupnya membunuhnya perlahan. Mengirisnya dengan pedang tajam. Dia terluka. Namun sikap dan pribadi nya menjadi dua. Saat terpuruknya bisa kulihat. Sekilas tak terjadi apapun. Sungguh realita yang kejam. Dia hanya manusia saja. Saat inilah kulihat betapa rapuhnya dirinya. Betapa lemahnya dirinya. Pengorbanannya tak berarti apa-apa.
Dia menangis. Hatinya tercabik penuh duka. Dia kehilangan arah. Dia lupa bahwa hidupnya berarti. Dia tau penghargaan yang sangat tinggi dan kepercayaan yang besar tak sebanding dengan yang ada. Dia sadari satu hal…. Dia telah kalah… Telak dan tanpa jeda maju. Skak Mat…..
Bagiku yang melihat hal ini adalah ketepurukan terbesar dirinya. Aku kenal dia….. Sebaik aku mengenal diriku…. Dia benar-benar kehilangan semuanya. Di depanku dan yang lain dia tetaplah dirinya. Di belakangku dia hanya ongok daging hidup yang bisa berbicara saja. Dia bukanlah dia. Ada apa denganmu sahabatku….. Kenapa jalan hidupmu seperti ini berat…. Sungguh berat langkahmu saat ini…. Kau kembali berlari…. Lintasi duniamu dengan penuh percaya diri dan pasti. Kau berjalan kala lelah akan segala hiruk pikuknya dunia yang senantiasa temani disetiap pijak kakimu. Sesudah berlari kau jatuh kembali…. Kau sudah sakit temanku….. Ironis berbalut fakta nyata. Aku sungguh tak bisa membantumu….
Maaf…. Hari ini kau tertawa…. Bukan karena kau hampir gila….. Tertawamu itu bagai terhimpit akan pembenaran kisahmu yang tragis itu. Pembenaran akan noda darah yang mengucur di jantung hati. Pembenaran akan kematian jiwamu kembali. Kau mulai salahkan dirimu……. Salahkan atas segala hal yang terjadi. Kau lupa teman…. Hidupmu dan hidupku beriringan….. Kau sudah ramalkan ini akan terjadi bukan..?
Kenapa tidak kau hindari saja….. Sakit hatiku melihatmu disini. Kau hancurkan dirimu perlahan tapi pasti. Kau bukan dirimu…….. Aku harus bagaimana….. Kau sangat terluka temanku…. Biarkan aku membantumu…… Masih banyak dunia dan impian yang menanti sinar hangatmu itu ini bukan yang terakhir…….. Cobaan ini terlalu berat bagimu….. Hidup di alam segitiga yang beradu dalam derita. Dunia akan kembali menentukan yang memang sudah semestinya
Sedangkan aku…. Akan tetap jadi bayang yang berbisik kala senja tiba……
For the best,
I trust my life in you…
So….wake up!!!!!
Baca judulnya jadi inget postingku sendiri bukan siapa-siapa
–
nb: kalo ini dianggap spam hapus aja. Yg jelas niatku bukan nyepam. :)
curhat masal bisa bilin top.ini contohnya…hehe,becanda bro
hahahah
sedikit percobaan aja lah bro, tapi thanks for the comment