
Hahahahahaha. Terkadang ingin tertawa juga hari ini, di jam ini, aku masih terdiam di meja kesayanganku ini, masih berkutat dengan kesibukan yang ternyata menjadi keseharianku lama juga aku berada dilingkungan ini tak pernah kubayangkan akan sebetah ini betah dengan segala hiruk pikuknya masalah, dokumen, dan makian customer yang ternyata menjadi hal biasa bagiku.
Tepatnya 9 bulan yang lalu, mungkin bagi ibu yang hamil sudah memiliki anak yang akan dikeluarkan dengan gembira dan hati yang damai. Namun bagiku saat itu tidak 9 bulan yang lalu aku mengalami kegalauan hidup, paling besar antara cinta dan dan masa depan dua2nya merupakan hal yang paling berharga bagiku saat itu.
Aku memasuki dunia dimana karir yang diincar lebih besar dari yang pernah kudapatkan. Bagaikan raja kecil di tempat kecil yang ingin menjadi raja besar ditempat yang besar pula. Pada akhirnya aku memilih pilihan hidup yang terasa berat namun harus kujalalani. Berbagai konsekuensi tentunya pilihan yang paling berat….
Saat itu aku berpikir hidupku akan janggal. Aku memasuki dunia yang baru dunia yang belum pernah kukuasai pada akhirnya aku diterima ditempat ini. Walaupun bukan dilokasi yang sekarang aku tempati berpindah bagai nomaden sempat kualami. Kebingungan budaya karena perbedaan cara perintah di tiap tempat walaupun pada intinya tetap satu kesatuan utuh.
Entah bagaimana ceritanya aku dikembalikan disini. Kampung halaman yang telah besarkanku menjadi manusia dewasa. Dengan tambahan pengetahuan di’dunia’ lain, tentunya kembali ketempatku berasal dimana darahku akan murni sebagai putra daerah ditempat ini. Bagiku bukan kebanggaan sama sekali, karena kata ‘putra daerah’ hanyalah sisi munafik dari sebuah ketidakberdayaan.
Aku mulai berada kembali disini. Stress, pressing tinggi dan segala hal membuatku seakan makin gila. Hal gila dan segala pernak-perniknya, mulai kudekati untuk hilangkan rasa dalam diriku yang mulai mengalami kebosananan akan hal ini. Disaat yang sama cinta yang kujalin bertahun-tahun pun kandas begitu saja. Ironi yang menyakitkan bagiku tersiksa!
Sakit hati? Kecewa? Tentu saja, bualan kucing saja yang bilang aku tetap tegar disaat inilah aku mulai menata hidupku dan kembali menghargai nilai-nilai didiriku yang sempat kubunga jauh bahkan terkadang kumatikan. Menghargai orang lain dan lingkungan serta berbuat baik. Namun aku bukan orang baik sepenuhnya, aku menyadari itu kembali aku menekuni duniaku lagi ditempat ini.
Baru kusadari tempat yang kujalani selama beberapa bulan ini ternyata sudah menjadi tempat yang nyaman bagiku. Tempat dimana kompleksitas akan dunia yang menjeratku dan tentu saja terus menekanku justru menjadi pendorongku. Kejatuhanku yang terus menerus ditekan ditempat ini memaksaku untuk berpikir kembali, maju lagi dan menjalaninya.
Ini tempat yang menyenangkan. Aku bisa menjadi orang yang lain ditempat lain dengan tetap mejalankan profesiku ini. Aku sadari aku bisa hidup kembali didunia lain. Aku temukan duniaku bergabung bukan hanya dalam impian atau khayal ku saja. Semua sesaat menjadi nyata dan mulai berjalan normal.
aku mulai temukan bahwa diriku mulai berharga. Namun jujur aku masih membenci tempat ini. Dengan perlakuan dan segala kerumitannya. Segalanya menjadi dilema kembali kala aku dihadapkan kembali pada pilihan yang jelas namun penuh resiko dan impian yang lebih tinggi. Aku dihadapkan pada hal yang membuatku tak bisa berpikir dengan jernih. Bagai membalik duniaku kembali.
Aku bingung…….
Aku sangat membenci tempat ini tapi aku cinta tempat ini. Bukan karena kerumitannya yang menjadi hal umum bagiku. Namun dengan rasa yang sudah tersimpan disetiap dinding, angin dan suaranya. Rasa kehilangan yang dalam……..
I Hate You But I Miss U
Inikah akhirnya…..
Akhir dari segala hal yang telah hilang didiriku karena memilih tempat ini. Skhir dari semua yang telah membentuk diriku.
Entah….
Yang jelas saat ini segala hal yang ada akan kembali seperti biasa. Namun apakah aku akan menjadi biasa seperti ini lagi dan segalanya yang mulai menjadi kebiasaanku.
I don’t know…………
sebenarnya sih aku bikin benci bilang cinta ini bukan tentang percintaan
kalo liat judulnya sekilas tampak kayak orang yang kehilangan cinta
ini hanyalah ilusi tulisan saja
tapi thanks for comment