Minggu lalu gadget yang dianggap most awaited gadget by hype resmi diluncurin di Amrik, namanya Iphone. Dari New York sampe Chicago dan dua kota lainnya, orang-orang pada rela antri di depan gerai AT&T untuk mendapatkan Iphone di kali pertama di hari pertama. Bahkan, kesuksesan Iphone ini diperkirakan menyamai peluncuran Windows 95 di pertengahan 90-an silam. Wow!
Tentu saja, semua itu berkat strategi marketing mereka yang dinilai sangat berhasil. Bukan iklan televisi yang bikin Iphone jadi bahan perbincangan hangat setiap orang, iklan Iphone cuma tayang 1x kali di teve nasional. Akan tetapi balik ke Januari 2007, enam bulan sebelum peluncuran, Steve Jobs ngomong di Macworld Expo, klo Iphone nantinya akan dibekali sitem operasi Mac, iTunes, dan yang paling bikin orang tambah penasaran adalah Iphone menjadi dibilang sebagai penerus Ipod! Jelas-jelas Apple pengen berupaya dari expriential benefits (keuntungan-keuntungan pengalaman) penggunaan produk-produk sebelum munculnya Iphone. Tidak bisa dipungkiri klo Apple baru kali pertama bikin ponsel artinya orang-orang blom pernah sekalipun megang nech ponsel. Diharapkan dengan pengalaman menggunakan produk-produk Apple yang lain, setidaknya ada masih ada ikatan emosional terhadap merek Apple, masih ada pelanggan setia getoh. Semenjak itu, Iphone selalu menjadi pembicaraan menarik di berbagai media termasuk internet, semua orang berusaha mencari informasi sebanyak-banyak tentang gadget baru ini. Semua orang jadi penasaran, semua rakyak Amrik klo ditanya pasti udah pernah mendengar tentang Iphone!
Selain itu, stasiun teve CNBC juga patut mendapatkan terima kasih, mereka mendapatkan kesempatan product test untuk media kali pertama, liputan-liputan mereka tentang perkembang Iphone sebelum peluncuran, dan liputan langsung acara On The Money di peluncuran Iphone di empat kota. Tapi apa? Mereka tidak mendapatkan terima kasih dari Steve Jobs atas kerja keras mempromosikan secara ‘gratis’ tersebut. Duh, kacian. :-(
Klo kita meliat selera pengguna ponsel di Amrik, mereka ngga terlalu muluk-muluk kayak orang Indonesia yang kelewat hi-tech, mereka lebih memilih ponsel berbentuk clamshell (kerang). Begitu Iphone akan diluncurkan sepertinya bisa mengubah selera pasar ke ponsel hi-tech dengan layar sentuh pula yang sebenarnya kurang familiar dengan mereka. Mau tau ngga alasan utama mereka untuk membeli Iphone? Ternyata mereka cuma beli Iphone buat pamer doank ke sesama teman atau kerabat ;-p
Akankan Iphone Sukses Di Indonesia?
Gue bilang akan sulit Iphone akan sama suksesnya seperti di Amrik. Kenapa?
2 Iphone = 1 E90, 1 Iphone = 1 PS3, dan 1 Iphone = 1 N95. Nabung dulu ahhh….
nggak usah repot-repot ngurus iphone, buat belanja sehari-hari aja masih ngutang..?//// pikir tuh masa depan lho pade?