Dibalik Tiga Nama Metro

July 1, 2007


Semenjak kehadiran Mal Duta di Banjarmasin, seolah-olah memiliki daya magnet begitu kuat sehingga dapat menarik masyarakat Banjarmasin menuju mal pertama di Banjarmasin ini. Imbasnya, pusat perbelanjaan lain mulai ditinggalkan dan terlihat saban akhir pekan dimana antrean masuk menuju Mal Duta begitu panjang, sedangkan disisi lain, pusat perbelanjaan yang lain hanya terjadi tren peningkatan kunjungan sedikit meningkat dibandingkan hari-hari biasa.

Salah satu pusat perbelanjaan yang sudah berbenah menghadapi persaingan memperebutkan minat berkunjungan masyarakat di Banjarmasin adalah Metro (nama familiarnya). Saat ini, klo Metro diibaratkan seperti produk sekarang sedang berada di posisi decline pada kurva product life cycle. Biasanya dalam posisi seperti ini, setiap perusahaan harus melakukan rejuvinasi (peremajaan) untuk mengembalikan agar kurva mereka naik atau dalam kondisi growth. Contoh yang paling gres adalah bagaimana manajemen Es Teller 77 meremajakan brand mereka. Nama Es Teller 77 tetap dipertahankan, mereka melakukan peremajaan terhadap logo, menyasar ke segmen young teenagers, program-program marketing yang baru, dan terutama sekali adalah redesign secara besar-besaran semua outlet mereka.

Apa yang dilakukan oleh manajemen Metro? Metro sekarang udah memposisikan diri sebagai “Pusat Komputer dan Handphone“, udah jor-joran mengadakan berbagai even, dan laen-laen (ini udah tepat). Tapi, gue lebih tertarik dengan pergantian nama yang mereka lakukan sebanyak 2x di akhir taon 2006 dan di bulan Juni 2007. Totalnya mereka udah punya 3 nama, 2 udah almarhum yang satu baru aja diluncurin tepatnya tanggal 2 Juni 2007 yang lalu. Mari kita telaah satu-persatu nama-nama tersebut:

Plaza Metro City, sekilas nama ini bener aja malah enak didengar klo disingkat “PMC”. Akan tetapi, klo kita mengacu pada kaedah tata bahasa Indonesia yang menggunakan hukum DM bukan hukum MD (bahasa Inggris), maka klo kita artikan dalam bahasa Indonesia: Plaza Metro City = Kota Metro Plaza. Seharusnya, klo memang ingin ngasih nama dalam bahasa Inggris bukan Plaza Metro City, akan tetapi Metro City Plaza. Coba kita liat penamaan mal di Jakarta: Mal Taman Anggrek, Plaza Senayan, Plaza Indonesia, Mal Kelapa Gading, dan Plaza Semanggi. Semuanya menggunakan kaedah bahasa Indonesia yang benar dalam penamaan pusat perbelanjaan mereka.

Metro HI Center, mulai ngga konsisten pada penamaan ini. Pada awalnya diperkenal denga nama Metro City HI Center kemudian berubah lagi jadi Metro HI Center. Duh, padahal di banyak billboard tertulis Metro City HI Center. Masih menggunakan kaedah bahasa Inggris, lalu kita terjemahkan dalam dalam bahasa Indonesia: Metro HI Center = Pusat Tinggi Metro. Kata “hi”, tidak dipasangkan dengan kata yang lain. Yang dimaksud tinggi disini apa? Apanya yang tinggi? Bangunannya kah?Mungkinkah HI disini maksudnya “High Innovation”? Bisa aja, tp koq saat peluncurannya ngga dibilangin yach.

Metro Hi-tech Mall, hampir bener dalam penamaan. Nama tersebut akan menjadi masalah apabila kita sandingkan antara mal dengan plaza. Plaza dan mal berbeda definisinya dengan shopping plaza dan shopping mall. Plaza dan mal sudah mengalami perluasan makna setidaknya setelah digunakan untuk pusat perbelanjaan.

Selama ini di Indonesia (sepengetahuan gue), masih terjadi salah kaprah dalam penamaan pusat perbelanjaan. Mana yang layak disebut mal? Mana yang disebut layak plaza? Malah banyak orang menilai sebenarnya itu mal tetapi manajemennya tetap lebih suka make nama plaza! Misalnya Plaza Indonesia. Gue yakin antara plaza dan mal tetap memiliki perbedaan.

Yang jadi pertanyaan, layakkah Metro dikategorikan dan menyandang nama mal? Pada saat dalam posisi decline lazimnya suatu perusahaan melakukan rejunivasi menyeluruh, ini yang tidak dilakukan oleh Metro. Rejunivasi yang biasanya selalu disertai redesign secara fisik bangunan atau layout (contoh: Sudirman Place yang sekarang disulap menjadi FX Sudirman). Secara fisik bangunan Metro, kamu bisa liat sendiri ngga ada perubahan fisik bangunan dibanding 3 taon yang lalu. Padahal klo kita melihat definisi mall (Amerika Utara dan Australasia) memiliki arti tempat yang ‘luas’ dalam satu bangunan yang terdiri dari berbagai macam toko, biasanya didukung oleh satu atau lebih departement store yang dikeliling oleh tempat parkir.

Sebuah mal harus memiliki tempat terbuka (walaupun tetap beratap) yang biasa disebut atrium (ini yang gue yakini selama ini melihat perkembangan mal di Indonesia). Itu loh, klo kita berjalan melewati pintu masuk mal kita akan langsung ketemu dengan ruangan luas (atrium), kita dapat liat melongok ke atas melihat arus massa di lantai atas begitu pula sebaliknya. Di atrium inilah biasa diadakan event dimana crowd dapet berkumpul dengan leluasa. Ini yang juga tidak dipunyai oleh Metro. Koq mendadak bisa yach naik kategori dari plaza ke mal dalam beberapa bulan?! Menurut penerawangan gue sech, manajemen Metro terlalu panik menghadapi persaingan dengan Duta Mall sehingga di saat dibutuhkan keputusan yang cepat tercetuslah untuk mengganti nama dari plaza ke mal.

Jadi, klo Metro udah memposisikan diri sebagai pusat komputer dan handphone ada baiknya lebih condong menggunakan nama ITC aja dibandingkan menggunakan nama mal. Klo ingin masuk kategori mal, berarti Metro harus memperbesar pusat perbelanjaan mereka dan sesuai dengan definisi mall di atas yang serba lengkap termasuk adanya departement store bukan cuma sekedar pusat komputer dan handphone.

annmollyPosted by annmolly

Advertisements


No Related Posts

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

19 responses so far!

  • Gravatar bebek July 1, 2007

    memang gitu kali ya… di kotaku juga gitu waktu dulu pertama kali matahari dept. store ada….
    pertokoan yang lain sepi kayak abis digempur maling jemuran… huehehehe… :p

  • Gravatar Nisa July 1, 2007

    wahhh…
    aku malah gak pernah tau apa bedanya mol sama plaza ataupun ITC.. karena menurutku semuanya sama-sama aja.. :creve:

  • Gravatar palui July 2, 2007

    Untuk idenya bagus juga tuh “Metro”, whatever lah namanya sekarang, waloupun namanya rada2 kampring dikit!!! Gw kayakna ga ngebahas masalah nama itu sekarang, cuma mo ngasih comment ttg segmen baru nya metro aj.
    Iya, kayaknya di banjar emang butuh suatu tempat gitu yang nghususin jualan komputer & henpone gitu, kalo di jakartanya rada2 kaya ITC Mangga Dua (pusat komp) & ITC Roxy Mas (pusat henpone), dLL. Jadinya kan gampang kalo misalnya mo beli perangkat komp ato hardware ato apalah tinggal ksitu doang, ga usah muter2 pasar panas2an mpe keringetan, jadi kita tinggal survei harga and belanja d metro tanpa harus jalan jauh dari suatu toko k toko lain.
    Yowiss, wat “metro” mudah2an aj sukses ma segmen barunya mengenai pusat komp & hape..!! Oya wat anomali tetap exist & mudah2an tambah rame.. :ciao:

  • Gravatar annmolly July 2, 2007

    metro udah trial untuk jadi one stop shopping komputer & handphone tapi stlh 3 bulan sepi boo. :oh: para tenant (penyewa) pada out semua terutama counter hp tinggal itungan jari. :oups: makanya dilakukan resfreshing nama lg. konsep one stop shopping berhasil di kota2 besar karna kemacetan lalin, klo di bjm yang notabene kota kecil, metro kalah bersaing ama toko2 diluar. orang2 masih gampang jalan2 dari satu toko ke toko lainnya (karna deket). selain itu, persepsi yg berkembang dimasyarakat klo yg namanya udah masuk pasar ‘modern’ price jatuhnya pasti lbh mahal. ini yg menjadi tugas metro biar masyarakat lbh milih one stop shopping & belanja di metro itu sama aja kayak diluaran (edukasi pasar). satu lagi metro, juga harus punya tenant yg bener2 kuat scr finansial alias siap nanggung rugi dlm proses edukasi ini. tenant yang bertahan sampai saat ini kebykan adalah tenant yg udah punya toko diluar metro. :sure:
    kapan nech mulai posting jg?

  • Gravatar ruzzm4n July 2, 2007

    Sepertinya emang tidak semua orang mengerti perbedaan Plaza & Mall, yang mereka tahu sama-sama tempat shopping *baik elektronik mapupun non elektronik *. Tapi kalau ITC orang cenderung lebih mengerti bahwa itu pusat elektronik. Dan orang bisa kecele kalau ternyata “mall” yang dimaksud Metro adalah hanya pusat elektronik *walaupun menyandang one stop shopping*

  • Gravatar rd Limosin July 2, 2007

    Bagusan kasih nama indonesia aja…idup endonesa

  • Gravatar bubu July 2, 2007

    harat pasar tungging jua kawan ae…. :-)

  • Gravatar annmolly July 2, 2007

    pasar tungging ampir digusur tuh…. 8-)

  • Gravatar annmolly July 2, 2007

    klo yg belum pernah liat alias cuman baru denger aja mungkin akan kecele apalg yg baru pertama kali dateng ke bjm. supaya jgn kecele liat pic-nya dulu. :dribble:

  • Gravatar manusiasuper July 4, 2007

    Wow, ada komunitas bloggernya urang banjar!

    Keep on track bos!

    Ngomong soal mall dan centre2an di Banjarmasin, sebenarnya kota ini sudah kelebihan pusat perbelanjaan. Lebih bagus kalau ada taman terbuka, seperti di banjarbaru, weih, bakalan manteb tuh!

  • Gravatar annmolly July 4, 2007

    iya. lagi nyari kontributor buat komunitas ini biar tambah rame. banjarmasin udah ada shopping plaza & shopping mall tapi blom punya plaza & mall scr harfiah lbh condong ke area publik /city square.

  • Gravatar YUDS July 6, 2007

    membangun-membangun tapi be’ingat jua
    jangan biar disambat harat ja lawan kota lain
    mun membangun di lihat-lihat jua biar nyaman mata malihat
    jangan betambah sasak ja kena

  • Gravatar hoeda July 6, 2007

    emang pertamnya gitu deh, tapi lambat laun jadi biasa ajah. DiMalang saat launching matahari hypermart yang segede gaban itu juga ramenya minta ampun, dapat 3 mingguan dah mulai sepi…

  • Gravatar ekowanz July 6, 2007

    komunitasnya blog urang2 banjar lah…hanyar tahu nah :D
    sukses ja wal ay….

    mun duta mall ini, aku sampai wahini baluman pernah masuk ke dalam, tiap kali bulik pasti kada sawat tarus :p

  • Gravatar raffaell July 8, 2007

    Mantap….. mantap, mall baru biasanya emang kek gitu, nanti juga bosen kok, ehehehe :yo:

  • Gravatar mina July 9, 2007

    center itu bahasa Inggris Amerika, centre itu bahasa Inggris British. salah gak aku ni mansup?
    ngomong-ngomong tentang kesunyian, pernah ke Hero pada hari minggu? kosong melompong. mesin pendinginnya di matikan. AC cuma satu, ya cuma satu, jadi kebayang kan panasnya. barang-barangnya juga tidak banyak lagi.

  • Gravatar annmolly July 15, 2007

    thanx yach, atas pencerahannya. bener koq.

  • Gravatar yadi January 3, 2008

    :spd: wah memang oke bangaaat tuh satuju banar aku lawan manusia superr.penghijauan lebih penting dari pada balanja ha mahabisi duit kawitan.chayoo

  • Gravatar FaRieD MuRaZi April 2, 2008

    Hemmm,,,Masalah Nama Ko Di Bahas…
    Tu kan Hak nya Orang2 Yg Mengelola Tu METRO 8) .==> Cuek Aja Lg SoaL nama.
    Yang Penting aKu suka tempat itu.apa lagi kalau aku Dah Naik Ke lantai aTas ( Lantai tempat aku Sering Makan Malam )Hem,,Pa lg masakan nya eNak2,Tambah Laperni,,Ceritanya.kekeke..Sudah masakan nya Enak2 Pelayanan nya Juga Sangat Bagus,Sangat Sopan.Kalau Ga Percaya Datang Aja Langsung Ke Sono,,Biar Kalian Membuktiin nya Sendiri.ok

Leave a Comment

:p 8) :lol: =( :8 ;) :(( :o: :[ :) :D :-| :-[) :bloody: :cool: :choler: :love: :oups: :aie: :beurk: :canny: :go: :miam: :neo: :ueue: :nose: :oh: :oups2: :prud: :yo: :sadd: :bloody2: :cache: :rose: :spd: :dream: :sure: :yes: :sweat: :kiss: :creve: :what: :pff: :hm: :bobo: :aie2: :aie3: :ciao: :dribble: :gene: